Empat Tahun Proses Pembangunan, Wali Kota Jayapura Akhirnya Resmikan UPTD Dispendukcapil Koya Barat

0
332
Caption : Wali Kota Jayapura DR.Benhur Tomi Mano, saat menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian kantor UPTD Dispendukcapil Koya Barat, distrik Muara Tami, Selasa (23/07/2019)
Caption : Wali Kota Jayapura DR.Benhur Tomi Mano, saat menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian kantor UPTD Dispendukcapil Koya Barat, distrik Muara Tami, Selasa (23/07/2019)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah beroperasi selama empat tahun di Kantor Unit Pelaksana Teknis Dispendukcapil (UPTD)  Koya barat, distrik Muara Tami, akhirnya diresmikan oleh  Wali Kota Jayapura, Dr.Benhur Tomi Mano, pada Selasa (23/07/2019).

Peresmian Kantor UPTD tersebut ditandai penandatangan  prasasti oleh Wali Kota Jayapura didampingi Kepala Dispendukcapil, Dr Merlan S Uloli, MM dan sejumlah OPD di Pemerintahan Kota Jayapura.

Wali Kota berharap dengan hadirnya UPTD di Koya Barat memudahkan masyarakat di Distrik Muara Tami dalam melengkapi dokumen kependudukan.

“Hadirnya UPTD ini dalam rangka mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat yang jauh. Jadi mereka tidak mengeluarkan biaya transportasi serta akomodasi,” ujarnya.

Lanjutnya, UPTD ini juga sebagai wujud pelayanan yang maksimal dari Dispendukcapil dalam mewujudkan peningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi kependudukan pencatatan sipil di Koya Barat, Distrik Muara Tami.

“Saya minta petugas siap melayani lebih cepat dan tidak dipungut bayaran, pelayanan yang disediakan adalah perekaman dan pencetakan EKTP, Kartu Keluarga, Pencatatan Sipil, Kartu Identitas Anak, juga harap jaga fasilitas yang ada,” tegas Wali Kota.

Wali Kota Jayapura, Dr Benhur Tomi Mano, MM memberikan kesempatan selama satu minggu untuk mengkaji UPTD Kota Jayapura di Koya Barat menjadi peraturan daerah.

“Saya berikan waktu satu minggu untuk bisa dikaji karena sudah 4 tahun berjalan dan luar biasa sudah dibangun infrastruktur bangunan dan SDM untuk menangani pelayanan, juga peralatan sudah tersedia dan memenuhi syarat, baik mesin pencetak EKTP dan sarana pendukung lain,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil, Dr Merlan S Uloli, MM mengatakan sebelum menjadi UPTD, pihaknya menjalankan pelayanan dalam wujud Pra UPTD.

“Karena belum ada peraturan wali kota atau peraturan daerah yang mengaturnya, maka saya buat Pra UPTD. Saya menumpang di Kantor Kelurahan Koya Barat, bermodal alat rekam dan 3 orang staf mengumpulkan berkas untuk dibawa ke kantor Dispendukcapil lalu diproses dan dibawa kembali ke Kantor Kelurahan Koya Barat,” katanya.

Ia juga mengaku UPTD dibangun di Muara Tami agar mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai daerah terjauh dari pusat kota yang berdekatan di batas negara RI-PNG.

“Dispendukcapil hadir di Koya Barat dengan meningkatkan pelayanan yakni menyediakan perekaman dan pencetakan EKTP, serta fasilitas ruang nikah capil,” akunya.

Dilanjutkan, Pelayanan cepat seperti pejabat UPTD bisa menandatangani atas nama Kadispendukcapil dan kepala UPTD menandatangani Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran. Sehingga pelayanan cepat dapat donikmati masyarakat, juga jaringan internet yang memadai akan disediakan dalam melayani administrasi masyarakat Koya Barat dan Muara Tami.

“Tidak ada alasan untuk tidak merekam atau tidak memiliki E-KTP. Terlebih daerah ini kiranya dapat menjadi kawasan tertib administrasi kependudukan,” tutupnya. [ayu]