
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Cuaca ekstrim mempengaruhi kenaikan harga pasokan bahan pangan di pasar. Selain hujan deras hingga menyebabkan banjir, angin kencang pun juga mempengaruhi.
Anggota DPRP Komisi II, Mustakim HR mengatakan pemasok bahan pangan seperti sayur mayur pasar-pasar di Jayapura sekitar 70 sampai 80 persen adalah pentani dari Kabupaten Keerom, sedangkan diketahui bersama, Kabupaten Keerom beberapa kali terakhir mengalami banjir.
“Oleh karena itulah hal itu menjadi salah satu penyebab kurangnya supply dari sentral produksi di Kabupaten Keerom. Dengan adanya curah hujan yang cukup tinggi itu juga mempengaruhi sayur mayur jadi gagal panen,” katanya kepada awak media di Horison Jayapura, Senin (1/3).
Untuk bumbu-bumbu dapur yang dipasok dari luar daerah contohnya bawang putih dan bawang merah, ia mohon kepada distributor untuk melakukan pengadaan secara continue agar tidak mempengaruhi harga di pasar.
“Karena ketika barang-barang tersebut naik, ini yang membuat inflasi dipasaran,” ujarnya.
Ia menghimbau kepada pedagang dan para pengecer bila menaikkan harga barang jangan sampai melampaui. “Yang wajar-wajar saja, mengingat saat ini masih masa pandemi, masyarakat masih kesusahan, jadi jangan ambil kesempatan dalam kesempitan,” himbau salah satu kader Demokrat ini.
Dirinya berharap ini hanya bersifat sementara, di bulan Maret dan April bisa normal kembali. [ayu]










