Fokus Pulihkan ODHA, KPA Papua Turun ke Tujuh Wilayah Adat

0
124
Caption : Tim Devisi Humas KPA Provinsi Papua siap turun ke lima wilayah adat untuk menjalan Visi Misi “Selamat yang Sisa dari Yang tersisa dengan sasaran untuk pemulihan para Odha.
Caption : Tim Devisi Humas KPA Provinsi Papua siap turun ke lima wilayah adat untuk menjalan Visi Misi “Selamat yang Sisa dari Yang tersisa dengan sasaran untuk pemulihan para Odha.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Mencermati kondisi ribuan warga masyarakat di Provinsi Papua yang terinveksi virus HIV atau yang disebut Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) banyak yang memprihatinkan kondisi ekonomi dan kesehatannya.

KPA Provinsi Papua dibawah kepemimpinan Yan Matuan memfokuskan pelayanan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh para ODHA yang kini disebut dengan tamu khusus bagi KPA Papua tersebut.

Program yang menjadi prioritas sejak dilantiknya Yan Matuan oleh Gubernur Papua pada akhir Tahun 2018 lalu, yaitu membantu para tamu khusus dengan uang ataupun sembako guna memenuhi gizinya sehari-hari.

Disamping itu, prioritas yang tidak kalah pentingnya adalah pembagian obat peningkat daya tahan tubuh, yakni Purtier Placenta yang sangat bermanfaat dalam mengembalikan sel-sel tubuh yang mati akibat serangan virus HIV.

“Bila ada yang tidak senang saya minta maaf, tapi ini program perintah gubernur, jadi mau tidak mau kita laksanakan saja,” ungkapnya dalam arahannya kepada seluruh pengurus dan staf KPA Papua di ruang rapat Kantor KPA Papua baru-baru ini.

Dan untuk menunjang suksesnya program peningkatan kesehatan para tamu khusus KPA Papua tersebut, Ketua KPA Provinsi Papua, Yan Matuan telah melakukan kerjasama dengan perusahaan yang memproduksi Purtier Plasenta.

Penandatanganan kerjasama tersebut telah dilakukan pada awal Bulan Agustus 2019, di Vietnam. “Purtier sudah aman, dan yang kedua sudah tiba,” ungkapnya.

Kalau selama ini pelayanan kepada tamu khsusus hanya dilaksanakan di sekitar wilayah adat Tabi, mulai awal September 2019, pelayanan diberikan menyeluruh ke lima wilayah adat di Provinsi Papua, yaitu Tabi, Lapago, Mepago, Animha, dan Saireri.

“Hari ini banyak orang di sekitar kita yang kita perlu bantu, bukan hanya purtier tetapi juga asupan gizi. Pertama bapak ibu saya akan kasih tugas untuk melayani dorang,” tandasnya.

Dan setelah rapat tersebut, selruuh devisi di KPA Papua langsung bergerak ke lima wilayah adat, yakni Wilayah Tabi, Ha Anim, La Pago, Mee Pago, Saireri dan juga di wilayah Provinsi Papua barat. Tim Devisi yang turun untuk membantu para tamu khusus (ODHA).

Selain membagikan purtier, tamu khsusus KPA Provinsi Papua juga diberi sekedarnya dalam bentuk uang tunai guna bahan pokok untuk pemenuhan gizinya sehari-hari. “Kami lebih mengutamakan tamu khusus karena mereka layak untuk harus hidup sama seperti kita. Mereka harus bisa beraktifitas dan mereka harus keluar dari diskriminasi, mereka harus tunjukan bahwa mereka bisa,” tukas Yan Matuan. [yat/loy]