Guru SMPN1 Sentani Yang Ajak Muridnya Demo Akan Diberi Pelajaran

33
Guru dan Siswa/i SMPN 1 Sentani saat berdemo pada kunjungan Presiden Jokow Widodo, Rabu (31/8/22)

SENTANI, PapuaSatu.com – Demo yang dilakukan para guru dan murid SMPN 1 Sentani saat kunjungan Presiden Joko Widodo akhir Agustus lalu telah berhasil mengembalikan proses belajar mengajar di gedung sekolahnya sendiri.

Namun demikian, mengajak para murid berdemo menjadi persoalan sendiri, yang bisa berdampak panjang.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y. Mokai, bahwa pihaknya telah berulangkali memperingatkan agar tidak melakukan aksi yang dapat merugikan, seperti aksi demo terkait dipalangnya sekolah.

Dikatakan, setelah dipalang pihaknya telah memanggil dewan guru, kepala sekolah, dan wakil kepala sekolah, untuk diberi arahan dan mencari solusi untuk bagaimana anak-anak bisa tetap belajar.

“Saya kasih tau mereka, bahwa di kota ini tidak lebih sulit dibanding teman-teman yang mengajar di daerah pinggiran,” ujar Ted Mokai

Karena itu, ia meminta pada guru tidak patah semangat, dan bersama-sama dengan dinas untuk bisa menghadapi situasi yang terjadi.

Sehingga dicarikan solusi dengan meminjam gedung sekolah lain, yaitu SD Marthen Luter,  SD Abeale 1 dan 2, dan SD Kemiri.

Ditegaskan bahwa sekolah-sekolah yang dipakai belajar sementara waktu dapat diakses dengan mudah, baik menggunakan angkutan umum, ojek, ataupun kendaraan pribadi mudah dijangkau.

“Ini tidak lebih sulit dari guru-guru yang mengajar di daerah pinggiran,” tegasnya.

Yang mana, ada guru yang harus menunggu angkutan dari Sentani untuk bisa mengajar di Genyem, Depapre, bahkan ke Kaureh setiap harinya.

“Karena itu saya marah mereka melakukan aksi. Kamu ini tugas di kota ini enak, teman-teman susah, tidak ada rumah, semua tidak tersedia,” tegasnya lagi.

Dikatakan, aksi demo para guru dan murid serta orang tua murid SMPN1 Sentani saat kunjungan Presiden Jokowi, tanpa sepengetahuan Dinas Pendidikan sebelumnya.

Karena itu, akan ada tindakan daru dinas kepada oknum guru SMPN1 Sentani untuk pelajaran bagi yang bersangkutan maupun guru-guru lainnya.

“Kita tidak ingin ini menjadi semacam virus yang menular kepada yang lainnya,” ujarnya.[yat]