Hasil Seleksi CPNS 80% OAP dan 20 Non OAP di Kabupaten Jayawijaya Adalah Pembohongan Publik

- Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD kabupaten Jayawijaya, Luki Wuka
- Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD kabupaten Jayawijaya, Luki Wuka

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD kabupaten Jayawijaya, Luki Wuka mengaku kecewaan terhadap pengumuman hasil seleksi CPNS 2018 di wilayah pemerintahan kabupaten Jayawijaya.

Bahkan ia menyebutkan bahwa hasil seleksi CPNS di kabupaten Jayawijaya 80% untuk OAP dan 20% untuk Non OAP. Itu adalah pembohongan publik karena hal itu tibuktikan dengan tidak banyaknya orang asli papua yang masuk dalam penerimaan CPNS.

“Saya selaku wakil rakyat sangat kecewa berat karena nasib kabupaten Jayawijaya ke depan pasti lebih rusak, kan sudah jelas bahwa 80 persen seleksi CPNS 2018 itu untuk orang asli Papua sisanya baru untuk non OAP. Tetapi itu tidak ditepati sama sekali malah sebaliknya kami merasa dibohongi dengan janji,” ungkap Luki Wuka, Jum’at 31Agustus 2020.

Lanjut Luki menyebutkan SDM pribumi sekarang sudah banyak dan siap dipekerjakan sesuai kemampuan yang dimiliki putra putri daerah di berbagai bidang.

“Dulu boleh pemerintah daerah SDM anak-anak pribumi kurang tetapi sekarang sudah banyak, lalu kenapa nasib mereka begitu saja, siapa yang lebih peduli terhadap pembangunan daerah ke depan dan Jayawijaya besar ini mau dibawa kemana,” tegas luki seraya menanyakan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya.

Luki Wuka menegaskan bahwa masyarakat Jayawijaya saat ini sakit hati karena mereka punya daerah yang dibangun dengan memiliki sumber daya yang manusia namun diabaikan begitu saja, sedangka dari luar malah diperhatikan.

Hal tersebut membuat tingkat ketidakniscayaan masyarakat kepada pemerintah, karena suatu saat ketika mereka keluar dari jayawijaya lalu siapa lagi yang bangun Jayawijaya kalau bukan masyarakat sendiri.

“Kami sebagai anak asli Jayawijaya pasti akan masih tetap tinggal disini. Jadi saya pikir mitra kerja BKD dan komisi A DPRD Kabupaten Jayawijaya bisa lihat kembali pada UU 21, tahun 2001 untuk ke depannya,” tegas Luki wuka.

Luki berharap demi kemajuan Kabupaten Jayawijaya, jangan ada bicara lain tindakan lain. Karena pihaknya merasa dibohongi terhadap kalimat 80% diperuntukan untuk OAP 20% untuk Non OAP tapi kenyataannya pengumuman seleksi CPNS 2018 ini mengecewakan.

“Saya berharap kedepan hal-hal seperti ini harus lebih teliti, jangan bicara lain kerja lain. Kalau kita mempertahankan hal-hal seperti ini, pasti Jayawijaya akan hancur. Dan ingat kami yang daerah seperti di Wamena tidak akan pergi kerja di daerah orang lain dan itu nyata bahwa kami test pegawai di kabupaten lain di luar Papua sangat pasti tidak akan diterima,” harap Luki wuka. [miki/loy]