Ini Penjelasan Soal Progres Pembangunan Hotel Tabita & Convention Sentani

Tampak bagian dalam Tabita Hotel & Convention Sentani dengan kolam renang di tengahnya yang pengerjaannya sudah mencapai 50 persen.
Tampak bagian dalam Tabita Hotel & Convention Sentani dengan kolam renang di tengahnya yang pengerjaannya sudah mencapai 50 persen.

SENTANI, PapuaSatu.com – Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) Kabupaten Jayapura, Terry F. Ayomi, menyatakan bahwa ada pihak-pihak yang menyebarluaskan informasi yang kurang tepat (miring) soal progres pembangunan Tabita Hotel & Convention Sentani.

Karena itu, Terry Ayomi mengklarifikasi dan menjelaskan secara detail duduk perkara sebenarnya sejak dimulai pembangunannya pada tahun 2019.

Diceritakan, di tengah proses pengerjaan, pihak ketiga atau pihak penyedia yang memenangkan tender pekerjaan pembangunan hotel, yakni PT Paza Crystal International sudah melakukan penagihan uang muka tahap I.

“Kemudian di Bulan Januari Tahun 2020 progres pekerjaan sudah mulai menurun dan tidak efektif lagi, sehingga kami mengundang sampai dua kali untuk rapat terperinci, untuk kami mau tau kendalanya apa,” ceritanya kepada wartawan di sela-sela meninjau progres pengerjaan Tabita Hotel & Convention Sentani, Kamis (22/9/22).

Karena tidak mendapat tanggapan, pihaknya memberikan surat peringatan, dan sampai dua kali tidak juga ada tanggapan dari PT Paza Crystal International.

Kepala DP2KP Kabupaten Jayapura, Terry F. Ayomi saat memberi keterangan pers, Kamis (22/9/22)

“Akhirnya kami komunikasi dengan menyurat kepada inspktorat dan BPKP, kita evaluasi tentang ini, kemudian saya melapor juga kepada Pak Bupati tentang kondisi pembangunan hotel,” ceritanya lebih lanjut.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan ULP LKPP Pusat, dengan posisi kontrak sudah kritis dan progres pekerjaan sudah ketinggalan sampai 50 persen lebih, sehingga sesuai aturan di Kepres dilakukan pemutusan kontrak.

Dengan alasan yang tidak jelas, PT Paza Cristal International menggugat pemerintah Kabupaten Jayapura ke PTUN dan PN, yang oleh majelis hakim diputuskan menolah gugatan secara keseluruhan dari PT Paza Crystal International.

“Di situlah kami lelang ulang dan mulai terlaksana sampai sekarang,” lanjutnya lagi.

Lelang ulang tersebut, tegas Terry Ayomi, menggunakan anggaran sebesar Rp 48 milyar lebih, yang merupakan sisa dari kontrak awal sebesar Rp 72,8 milyar lebih.

Kemudian di Tahun 2022 ini ada penambahan anggaran lagi sebesar Rp 13,5 milyar untuk menyelesaikan sisa pekerjaan berupa pemasangan lampu, CCTV, lift, AC, sound sitem, kolam renang, tangga manual, dan gedung trafo, yang progres pekerjaannya semuanya sudah mencapai 50 persen.

“Jadi kita punya gedung ini, meskipun target kontraknya sampai di Bulan Desember 2023, tapi kami kami target di Bulan Oktober-November pasti bisa selesai. Itu khusus gedung, belum termasuk ornamen dan aksesoris-aksesorisnya, furniture atau meubelair dan penataan halaman,” jelasnya lebih lanjut.

Terry Ayomi menegaskan bahwa gedung akan selesai lebih cepat, yakni antara Bulan Oktober hingga November 2022, lebih cepat dari target kontraknya yang ditargetkan sampai di Bulan Desember 2022.[yat]