Ini Penjelasan Tentang Pembagian Sabun Ke Masyarakat Kabupaten Jayapura yang Sempat Viral di Medsos

357
Kepala DPMK saat memberi keterangn pers di Media Center Tim Gugus Tugas Covid Kabupaten Jayapura, Senin (20/4/20)
Kepala DPMK saat memberi keterangn pers di Media Center Tim Gugus Tugas Covid Kabupaten Jayapura, Senin (20/4/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam beberapa hari terakhir sempat viral di Media Sosial (Medsos) tentang pembagian sabun ke masyarakat Kabupaten Jayapura, terutama di Kota Sentani dan sekitarnya, padahal yang dibutuhkan adalah pembagian Sembako.

Berikut adalah penjelasan Kepala Dinas pemberdayaan Masyarkat Kampung (DPMK) Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, saat diwawancarai wartawan di Media Center Covid-19 Kabupaten Jayapura, di Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Senin (20/4/20).

Yang mana, pembagian sabun tersebut merupakan bagian dari Alokasi Dana Kampung (ADK) sebesar Rp 100 Juta yang dialokasikan dalam upaya percepatan penanganan covid 19 di tingkat kampung.

“Upaya ini diambil agar masyarakat kampung tidak datang ke kota,” ujar Elisa di Media Center Tim Gugus Tugas Kabupaten Jayapura. Senin (20/4/2020).

Dikatakan, untuk Rp 31 juta dibagikan dalam bentuk barang dengan rincian, sabun cuci tangan dan sabun mandi sebesar Rp 19 juta, untuk masker Rp 10 juta, dan untuk distribusi dan transportasi sebesar 1 juta.

“Sisanya ada 68 juta tiga ratus, 22 jutanya akan digunakan untuk membeli sembako bagi masyarakat di masing-masing kampung. Termasuk pengadaan fasilitas untuk penanganan covid ditingkat kampung, seperti alat semprot disinfektan dan operasional tim gugus tugas. Jadi tidak ada pemotongan anggaran seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Yapsi Steven Ohee mengaku penggunaan ADK 100 Juta bagi wilayahnya yang membawahi sembilan kampung berjalan dengan baik tanpa ada persoalan dari masyarakat.

“Langkah pemerintah melalui DPMK sangat tepat dengan memberikan 31 juta dalam bentuk barang, ketika massa lock douwn ini meningkat, otomatis semua tempat jual seperti toko, kios dan pasar akan ditutup, masyarakat nanti mau beli kemana,” katanya.

Hal senada juga di katakan oleh Kepala Distrik Sentani Kota, Eroll Yohanes Daisiu bahwa pembagian sabun cuci dan sabun mandi serta sembako bagi masyarakat di pesisir danau sama sekali tidak dipersoalkan, hanya saja masyarakat di wilayah pekotaan secara kusus tiga kelurahan ( Hinekombe, Sentani, dan Dobonsolo) yang ada keluhan terkait pembagian sabun cuci tangan.

“Yang perlu diperhatikan disini adalah, pembagiannya akan terus berjalan, yang bagian perkotaan tersisa sembako yang akan besok disalurkan, sehingga hal ini perlu diperhatikan oleh kita semua dengan arif dan bijaksana,” pungkasnya.[yat]