Ini Pesan Kasdam XVII/Cenderawasih Dalam Deklarasi PPNP RI Di Tugu Pepera Papua

37
Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E. saat memberikan sambutan pada Deklarasi PPNP-RI bersama Kodim 1701/Jayapura di Monumen Tugu Pepera Kota Jayapura Jl. Sam Ratulangi, Kel. Banyangkara Wilayah Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kamis (01/12/2022)
Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E. saat memberikan sambutan pada Deklarasi PPNP-RI bersama Kodim 1701/Jayapura di Monumen Tugu Pepera Kota Jayapura Jl. Sam Ratulangi, Kel. Banyangkara Wilayah Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kamis (01/12/2022)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E. berkesempatan menghadiri Deklarasi Paguyuban Pemuda Nusantara Papua Republik Indonesia (PPNP-RI) bersama Kodim 1701/Jayapura di Monumen Tugu Pepera Kota Jayapura Jl. Sam Ratulangi, Kel. Banyangkara Wilayah Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kamis (01/12/2022).

Demikian disampaikan Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H. dalam keterangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha menyampaikan bahwa kegiatan yang bertema “Dengan segala perbedaan bersatu, membangun tanah Papua dengan cinta kasih” tersebut adalah momen yang luar biasa. Dan adalah Sejarah yang harus dicatat, dan yang hadir harus merasa bangga.

“Papua ini adalah Indonesia, dan Papua itu adalah NKRI, saya dengan saudara sekalian adalah Bangsa Indonesia,” kata Kasdam XVII/Cenderawasih.

“Monumen Tugu Sejarah ini di dirikan bukan orang lain akan tetapi adalah orang tua kita, Tugu ini adalah bukti penjajahan dari belanda. Kita harus ingat bahwa Bangsa Indonesia sudah Merdeka sejak tahun 1945, sebenarnya pemerintah Belanda harus memberikan semua aset kepada Papua karena Papua sudah masuk di bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

“Pada Tanggal 1 Desember ini adalah hari sejarah kita semuanya, selama Belanda menjajah Indonesia, karena Belanda tidak mau Papua masuk di bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tidak ada kemerdekaan lain, Pancasila itu adalah Idiologi kita, untuk orang banyak dan untuk masyarakat Papua.”

“Kita harus bangun Papua ini dengan damai dan sejahtera, dan harus menjadi orang-orang yang berguna bagi Bangsa Indonesia, ingat ade-ade sekalian semua itu ada di dalam dirimu, dan di dalam pikiranmu, dan ingat ade-ade tidak ada orang-orang sukses tanpa perjuangan.”

“Saya sebagai Tentara bukan berarti kalian harus menjadi Tentara akan tetapi semua tergantung ade-ade sekalian, dan saya yakin ade-ade pasti akan membangun Papua ini dengan baik, jangan putus asa, dan jangan terpengaruh dengan orang lain, ini adalah awal baik buat Papua,” jelas Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha.

Di tempat yang sama Ketua Umum PPNP RI Jack J Puraro, S.Pak., M.Si mengatakan, deklarasi tersebut merupakan sebuah pemikiran yang mendalam atas pemikiran semua elemen pemuda yang lain.

“Sebagai anak bangsa untuk bersatu saling bergandengan tangan tanpa melihat perbedaan untuk membangun tanah Papua,” jelas Jack J Puraro.

“Pemuda Nusantara Papua Republik Indonesia akan terus bersinergi dan berkolaborasi bersama Pemerintah, institusi TNI-POLRI, masyarakat dan seluruh pemuda Indonesia khususnya di tanah Papua dengan Cinta dan Kasih.”

“PPNP-RI akan terus menjadi cahaya yang tiada hentinya memberikan sinar dan kehangatan kepada semua umat manusia dengan tujuan bersama Papua bisa lebih baik.”

“Papua yang damai dan harmonis ini terus diprovokasi, dengan istilah ‘orang pendatang’ yang sudah menjurus rasisme. Pemikiran kami, semua yang datang dari Nusantara ini, dari Sabang sampai Merauke yang hadir di Tanah Papua juga turut andil memberi kontribusi untuk perkembangan di Papua.”

“Maka hari ini kami mendeklarasikan Paguyuban Pemuda Nusantara Papua Republik Indonesia, untuk mengawal pembangunan di tanah Papua,” jelasnya.

Lebih lanjut dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama seluruh elemen Pemuda Nusantara dalam mendukung seluruh kebijakan pembangunan di tanah Papua secara khusus 3 DOB dan Otsus jilid II dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI R. Sidartha Wisnu Graha, S.E (Kasdam XVII/Cenderawasih), Kolonel Inf Richard Arnold Sangari, S.E (Dandim 1701/Jayapura), AKBP Supraptono, S.Sos., M.Si (Wakapolresta Jayapura Kota), Jack J. Puraro, S.Pak., M.Si. (Ketua Umum PPNP-RI Papua), Jan Cristian Arebo (DPN Pemuda Adat Papua), Max Abner Ohee (Ketua Barisan Merah Putih (BMP), Ibu Wariani (Kordinator lapangan Satgas Papeda Kab. Jayapura), H Sitingah (Ketua Kerukunan Masyarakat Batak Papua ), Daniel Toto (Sekjen Dewan adat Kabupaten Jayapura), Ali Kabiay (Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua/Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri, Kabupaten Nabire), Yanto Eluway (Ketua Laskar Merah Putih), Bhactiar Setiawan (Ketua Pemudah HKJM), Yuyun Yusnia (Perwakilan KBFPPI Papua), dan Serafina Tamge (Perwakilan LMP Mada Papua).[redaksi]