
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Gedung Gereja Kristen Injili (GKI) Pengharapan Jayapura memulai pembangunan baru yang ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Pj. Sekda Provinsi Papua Yohanes Walilo, Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai dan Wakil Ketua I, Waket III dan sejumlah Anggota DPR papua serta Ketua Klasis GKI Jayapura, Pdt. Andris Welfianus Tjoe,M.Th.
Peletakkan batu pertama pembangunan gedung yang sudah berjalan 40 tahun itu bertepatan pada momen Perayaan HUT ke-170 Tahun masuknya injil di tanah Papua, yang jatuh pada Rabu, 5 Februari 2025.
Diketahui bahwa dimulainya pembangunan Gedung gereja Pengharapan ini merupakan kerinduan Alm. Pdt. Piet Daniel Yoweni, yang saat itu menjadi gembala di gedung Gereja Pengharapan Jayapura dan kerinduan almarhumah Pdt. Tisbet.
Wakil Ketua I DPR Papua, Herlin Beatrix Maryke Monim yang juga selaku istr dari alm Pdt. Piet Daniel Yoweni mengungkapkan rasa syukur karena selain merayakan HUT Pekabaran Injil ke-170 tahun, diawali peletakkan batu pertama gedung GKI Pengharapan Jayapura.
“Pembangunan gedung gereja baru inni merupakan kerinduan panjang jemaat GKI Pengharapan Jayapura, termasuk para pendeta sebelumnya, seperti almarhum suami saya, Pdt. Piet Daniel Yoweni, dan almarhumah Pdt. Tisbet Rarawi, yang turut menggumuli rencana ini selama bertahun-tahun,” tukasnya.
Gedung gereja yang sudah digunakan selama 40 tahun tersebut, terlihat sudah tidak layak digunakan karena terjadi retakkan dan kerusakan setiap dinding beton hingga struktur yang tidak layak digunakan lagi.
“Ya, dari segi struktur dan kondisi fisik sudah saatnya direnovasi atau dibangun baru. Selain itu, jumlah jemaat terus bertambah, sehingga kami membutuhkan gedung yang lebih baik untuk menunjang pekerjaan pekabaran Injil,” ujar Herlin Monim usai ibadah perayaan HUT PI dan peletakkan batu pertama, Rabu (5/2/2025).
Herlin yang juga Jemaat, GKI Pengharapan Jayapura ini menyampaikan bahwa peletakan batu pertama ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga simbol kebersamaan dan pertumbuhan iman bagi para jemaat.
“Proses pembangunan ini tidak hanya menunjukan kekuatan warga jemaat dalam membangun fisik, akan tetapi bagaimana kebersamaan, pertumbuhan Iman yang bertambah, diwujudkan lewat pembangunan ini,” tukas Herlin Monim.
Didalam pembangunan ini, juga tidak terlepas dukungan dari DPR Papua, mulai dari Ketua DPR Papua, Wakil Ketua dan seluruh anggota DPR Papua yang bahu membahu menompang proses pembangunan ini.
“Kami dari pemerintah dan DPR akan menopang, tetapi mesin penggeraknya adalah warga jemaat sendiri. Dengan jumlah jemaat yang mencapai delapan ribu orang, ini adalah kekuatan besar yang harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Untuk itu, Herlin Monim berharap agar panitia pembangunan dapat bekerja dengan jujur dan penuh semangat, serta memanfaatkan kontribusi dari semua pihak secara optimal.
Sebab, menurutnya, beberapa kali terjadi pergantian panitia pembangunan, dan ini menjadi catatan penting. “Kami berharap panitia saat ini dapat bekerja dengan integritas dan menggerakkan partisipasi aktif dari seluruh jemaat,” kata Herlin.
Disampng itu, Politisi Partai NasDem ini juga meminta kepada Ketua Majelis GKI Pengharapan Jayapura agar dalam Pelayan Firman dan seluruh jemaat dapat bersatu padu dalam menggerakkan iman dan sumber daya yang dimiliki untuk menyukseskan pembangunan ini.
“Saya percaya, ketika semua pihak bergandengan tangan, termasuk pemerintah eksekutif, legislatif, dan jemaat, pembangunan ini pasti akan berjalan lancar,” ucap Herlin.
Namun Herlin berharap gedung gereja baru ini dapat menjadi ikon bagi Provinsi Papua karena lokasinya yang strategis berada di pusat kota, tepatnya di titik nol Kota Jayapura, yang menjadi perhatian khusus.
“Desain gedung ini sudah dirancang sejak lama oleh almarhum Pdt. Piet Daniel Yoweni dan telah diserahkan kepada Gubernur Lukas Enembe. Saat ini, desain tersebut sedang dikolaborasikan agar tidak jauh berbeda dari rencana awal,” jelasnya.
Tak lupa juga, Herlin Monim mengucapkan terima kasih kepada Penjabat (PJ) Gubernur Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Ketua DPR Papua, para wakil ketua, anggota dewan, serta pimpinan Dewan Kota Jayapura yang telah hadir dan memberikan kontribusi langsung.
“Biarlah Tuhan memberkati kita semua, termasuk awak media yang telah membantu menyebarkan informasi ini, sehingga lebih banyak pihak dapat turut mendukung pembangunan gedung gereja ini,” pungkasnya.
Sejarah Berdirinya Bangunan GKI Gereja Pengharapan
Berdirinya pembangunan Gedung Gereja Pengharapan berawal sejak bulan Juli 1978. Dimana peletakkan batu pertama pada tanggal 26 Oktober 1978 oleh H. Soetran yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Irian Jaya, bertepatan HUT GKI Di irian Jaya yang ke 22 tahun.
Kemudian bulan Juli Tahun 2008-2009, Gedung tersebut dilakukan renovasi secara besar-besaran. Namun berjalannya waktu hingga berusia 40 tahun masih terlihat kokoh dan kuat. Namun jika dilihat dari dekat sudah terdapat dan terihat banyak kerusakkan pada bagian-bagian utama bangunan. [loy]










