J-Kon Sulap Taman Imbi Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Kreatif

0
314
Penampilan music perkusi oleh para dosen dan mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua saat pembukaan Numbay Creatif Festival di Taman Imbi Kota Jayapura, Kamis (14/11/19)
Penampilan music perkusi oleh para dosen dan mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua saat pembukaan Numbay Creatif Festival di Taman Imbi Kota Jayapura, Kamis (14/11/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam waktu singkat, kawasan Taman Imbi atau juga dikenal Taman Yos Sudarso yang berlokasi di tengah-tengah Kota Jayapura, disulap oleh para komunitas kreasi Kota Jayapura yang tergabung dalam Jaringan Komunitas Kreatif Numbay (J-Kon) menjadi pusat mengembangan ekonomi kreatif.

Hal itu, dengan mendesain lokasi menjadi tiga kampong, yaitu Kampung Kreatif, Kampung Edukasi dan Kampung Kuliner yang menampilkan hasil-hasil kreasi dan budaya khas Port Numbay atau Kota Jayapura, yang ditampilkan dalam tiga hari, yakni Numbay Creatif Festival (NCF) 2019.

NCF yang akan berlangsung tiga hari (14-16 Nopember 2019) tersebut, resmi dibuka oleh Walikota Jayapura yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura,  Nicholas Evert Merautje pada Kamis (14/11/19) malam.

Dalam sambutannya, Evert Merautje mengungkapkan bahwa NCF merupakan wujud perhatian pemerintah Kota Jayapura dalam mengembangkan ekonomi kreatif pada 16 subsektor.

16 subsektor tersebut, masing-masing  ada delapan subsektor EE-Kraf berbasis media dan Iptek, yang terdiri pameran fotografi, aplikasi dan games, music, film animasi video, design interior, periklanan, design komunikasi visual, televisi dan radio.

Delapan subsector lagi  adalah berbasis seni budaya dan arsitektur, diantaranya adalah seni kriya, seni pertunjukan, seni rupa, design produk, kuliner, fashion, penerbitan dan seni arsitektur.

16 subsektor ekonomi kreatif tersebut, kata Evert Merauje, memiliki potensi untuk dikembangkan, karena didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang menjadi pendukung dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Di kesempatan sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B. Mano, dalam laporannya mengungkapkan bahwa Numbay Creatif Festival tersebut merupakan iven kreatif pertama yang dilaksanakan oleh pemerntah Kota Jayapura, melalui Dinas Pariwisata Kota Jayapura dan didukung penuh oleh Komunitas Kreatif Jayapura, yang tergabung dalam Jaringan Komunitas Kreatif Numbay (J-Kon).

Dengan tema “Tra Usah Sendiri Mari Kitong Kolaborasi”, lanjutnya, NCF sebagai ajang pameran seni kreasi tersebut bertujuan untuk memfasilitasi kreatifitas dan inovasi para pelaku ekonomi kreatif (E-Kraf) dari 16 Subsektor, juga mempromosikan serta memasarkan potensi dan produk dari 16 subsektor e-kraf.

Sementara itu, Ketua J-Kon, Ilham Murda mengungkapkan, bahwa digelarnya NCF 2019, adalah sebagai wadah bagi komunitas kreatif di Kota Jayapura dalam mengekspresikan hasil karyanya.

“Kita pengen para komunitas kreatif memiliki wadah untuk mengekspresikan dirinya untuk berkarya,” ungkapnya.

Sehingga, ia berharap Tamah Imbi Kota Jayapura kedepan menjadi pusat ekonomi kreatif.

“Dan mohon dukungan dan kita berangkulan untuk memjukan Kota Jayapura menjadi Kota Kreatif Tahun 2022,” ungkapnya lagi.

Di acara pembukaan tersebut, para pengunjung dibuat kagum dengan penampilan seni dan budaya yang ditampilkan oleh para dosen dan mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua yang membawakan music perkusi dengan tarian kontemporernya dan klub tari dari Kayu Batu yang membawakan tari haunena.[yat]