Jack Komboy : Insentif Bagi Tenaga Medis Yang Menangani Pasien Covid-19 Penting Untuk Segera Dibayarkan

0
83
Kamasan Jack Komboy

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Wakil Ketua Komisi V DPRP Papua, Kamasan Jack Komboy menegaskan bahwa insentif bagi tenaga medis penting untuk segera dibayarkan terutama bagi yang menangani pasien covid-19.

“Kami cukup prihatin bahwa  telah berjalan lebih dari 2 (dua) bulan sejak Papua ditetapkan dalam status siaga darurat dan kini telah masuk dalam status tanggap   darurat, insentifbagi petugas medis maupun tenaga pendukung kegiatan medis dalam penanganan covid-19 di Provinsi Papua    ini belum juga terbayarkan,” ujarnya disela-sela kunjungan Komisi V DPRP Papua di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura, Selasa (19/5).

Maka, pihaknya berharap agar insentif bagi tenaga medis yang melayani pasien covid-19 dapat segera dibayarkan.

“Memang tidak memungkiri adanya kabar bahwa rencana pemerintah daerah untuk segera membayarkan insentif tersebut tertunda oleh adanya rencana pemerintah Pusat melalui APBN untuk memberikan insentif serupa kepada tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di Provinsi Papua,” terangnya.

Dijelaskan, pihaknya mendapat kabar untuk menghindari tumpang tindih alokasi anggaran untuk insentif tersebut, maka Dinas Kesehatan sementara ini menangguhkan tindak lanjut pembayaran insentif yang bersumber dari anggaran daerah, sembari menunggu transfer anggaran insentif tersebut dari Pemerintah Pusat.

“Kami mengingatkan pihak Dinas Kesehatan bahwa  jika menunggu dana insentif  dari Pemerintah Pusat, kami khawatir masih akan memakan waktu untuk berproses, lebih-lebih     saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pengusulan dan verifikasi terhadap penerima    insentif,” jelas Jack Komboy.

Menurutnya,     sembari menunggu masukknya insentif tersebut dari Pemerintah Pusat   ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), Pemda melalui Dinas Kesehatan bisa berinisiatif memberikan insentif tersebut kepada para petugas medis yang    hingga kini sudah bekerja ekstra           dan penuh resiko.

“Bilamana dana insentif dari Kementrian Kesehatan sudah cair, insentif dari APBD ini dapat kemudian direalokasi untuk hal lain, ataupun untuk memback-up tenaga pendukung medis lain yang tidak tertanggung oleh anggaran pusat,” tukasnya.

Ia juga ingatkan bahwa ketika semua masyarakat memilih stay at home atau working from home agar terhindar dari covid-19, paramedis justru harus terus bekerja di wilayah yang penuh resiko terhadap covid-19.

“Terhadap pengabdian dan keberanian mereka (paramedis) tidak banyak yang pemerintah bisa lakukan, selain sedikit   kompensasi atas dedikasi mereka.

Oleh karena  itu, saya berharap agar dalam waktu    yang tidak terlalu lama persoalan insent bagi tenaga medisn dan  tenaga pendukung lain dalam penanganan covid-19 di Provinsi Papua, dapat segera selesai terbayarkan,” tutupnya. [ayu]