Jadi Langganan Banjir, Pemerintah Diminta Segera Tuntaskan Masalah Banjir di Organda

1367
Masyarakat Organda yang berupaya mengungsi akibat rumahnya terendam air, Sabtu (23/2/2019)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Warga masyarakat yang tinggal di kawasan Perumahan Organda, Padang Bulan, Distrik Abepura, menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah pada banjir yang melanda sejumlah tempat di kawasan Kota Jayapura, setelah hujan lebat sejak hari Jumat (22/2/2019) pukul 22.00 WIT sampai Hari Sabtu (23/2/2019) pukul 05.00 WIT.
Akibatnya, masyarakat Oganda merasa trauma, karena daerahnya hamper setiap tahun terendam banjir yang cukup parah.
Perumahan Organda yang terdiri dari RT 01 hingga RT 04 tergenang air antara 0,5 hingga 2 meter, sehingga tidak sedikit barang-barang berharga milik warga hanyut, seperti sepeda motor, alat-alat dapur dan kasur dan lain sebagainya.
“Semua warga menuntut kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Walikota harus menyelesaikan persoalan banjir yang terjadi di Organda, ini bukan baru kali ini yang terjadi, tapi setiap tahun terjadi hal yang sama,” ungkap Ketua RT II, Matius Pedei.
Menurutnya, warga menuntut agar pemerintah membongkar atau memperlebar saluran air di sekitar Hotel 777 dan belakang Koramil Abepura dan sekitarnya, agar aliran air lancer dan ketika hujan deras tidak lama tergenang di kawasan Organda dan sekitarnya.
“Dan semua warga aktifitas hari ini lumpuh karena banjir di Jalan Alternatif Organda Padang Bulan, air ini mengalir di daratan terendah, maka air ini pun tidak bisa menurun tapi dia semakin naik. Dan bagian belakang sudah naik sampai dua menter, jadi barang yang kami tidak bisa aman karena air naik sampai sekian meter itu,” pungkasnya.
Masyarakat juga meminta agar pemerintah jangan hanya lihat hasil foto saja, tapi pemerintah harus turun langsung di lokasi, supaya melihat lansung.
“Supaya pemerintah cari cara bagimana menjalankan akses alur air ini,” sambung Matius.

Pasar Youtefa yang terendam banjir pada Sabtu (23/2/2019)

Dari release yang dikeluarkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, bencana banjir dan Longsor pada Sabtu (23/2/2019) menimpa 1.300 KK warga Kota Jayapura.
Wilayah yang terdampak antara lain, Distrik Abepura (Pasar Yatefa, Komplek Organda, Komplek Puskopad Furia, Kotaraja Dalam, Komplek Otonom Kotaraja dan perumahan di sepanjang pinggiran Kali Acai), Distrik Heram (Perumnas IV, dan Komplek Organda), Distrik Jayapura Selatan (Komplek SMU 4, Komplek CV Thomas, Komplek PTC Entrop dan Komplek Hamadi Rawa).
Dalam bencana tersebut, tidak ada orban jiwa, sedangkan kerusakan materil yang ditimbulkan masih dalam pendataan.
Untuk upaya penanggulangannya, Pemerintah daerah (BPBD Kota Jayapura) beserta TNI/POLRI melakukan evakuasi kepada warga terdampak dengan menyiagakan 5 perahu karet.
Selain itu juga memberikan pelayanan kebutuhan permakanan dan kesehatan di 4 titik pos lapangan dan pengungsian, yaitu di Puskopad Furia, Komplek Pasar Yatefa, Komplek Organda dan di SMU 4 Kota Jayapura.
Pemkot Jayapura tidak menetapkan status tanggap darurat, karena saat ini status daruratnya masih transisi darurat ke pemulihan sejak tanggal 8 Januari 2019 s/d 8 April 2019.[yos/yat]