Janji Politik Tak Ditepati, Kontraktor Asli Wamena Bersama Rombongan Palang Pembangunan Kantor Bupati Jayawijaya

Caption : Sejumlah rombongan Ronny Elopere saat memalang lokasi proyek pembangunan kantor bupati kabupaten Jayawijaya, Kamis (26/08/2021)
Caption : Sejumlah rombongan Ronny Elopere saat memalang lokasi proyek pembangunan kantor bupati kabupaten Jayawijaya, Kamis (26/08/2021)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kontraktor Asli Wamena, Ronny Elopere bersama rombongan memalang lokasi proyek pembangunan kantor Bupati Jayawijaya, lantaran janji politik Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua tidak ditepati.

Pemalangan itu dilakukan, sejak Selasa (24/08/2021) hingga Kamis (26/08/2021) kemarin dengan meminta kepada para pekerja proyek Pembangunan Kantor Bupati Jayawijaya untuk berhenti dan tidak melakukan aktifitas diatas pembangunan tersebut sebelum ada jawaban Bupati Jayawijaya terhadap janji politiknya kepada Ronny Elopere.

Buntut pemalangan tersebut berawal, sebuah janji politik Jhon Richard Banua saat menjabat sebagai Wakil Bupati Jayawijaya kepada Ronny Elopere untuk memberikan sejumlah proyek pembangunan, dengan perjanjian mengalihkan dukungan suara kepada adek kandungnya Jhon Rouw Banua untuk menjadi anggota DPR Papua pada pemilihan legislative  Periode 2019-2024.

Akhirnya pengalihan suara tersebut, Ronny Elopere sepenuhnya memberikan kepada Jhon Rouw Banua hingga duduk di kursi DPR Papua dan kini menjabat  sebagai Ketua DPR Papua.

Sayangnya, janji politik tersebut hanya manis dibibir sehingga membuat Ronny Elopere geram terhadap Jhon Richard Banua yang saat ini menjabat sebagai Bupati Jayawijaya.

“Kami datang melakukan pemalangan lokasi pembangunan kantor bupati Jayawijaya ini karena sejak tahun 2019 hingga tahun 2021 ini, Bupati mengabaikan janjinya kepada saya atas pemberian proyek pembangunan di Kabupaten Jayawijaya,” ungkap Ronny Elopere, Kamis (26/08/2021).

Ronny menjelaskan, sejak dirinya ditetapkan sebagai calon anggota DPR Papua pada tahun 2019 bersamaan dengan adek kandung Bupati Jayawijaya atas nama Jhon Rouw Banua.

“Di tengah proses pemilihan DPR Papua, Jhon Richard Banua yang saat itu menjabat sebagai Wakil Bupati ketemu saya dan meminta agar suara dukungan dialihkan kepada adek kandungnya dengan berbagai janji politik,” katanya.

Dengan Janji itu, akhirnya kata Ronny, pihaknya bersama Jhon Ricard Banua (Bupati Jayawijaya) membuat surat pernyataan perjanjian diatas materai 6000. Dimana setelah memberikan suara kepada Jhon Rouw Banua maka akan memberikan sejumlah proyek pembangunan baik fisik maupun non fisik di kabupaten Jayawijaya.

“Saya sudah mengalihkan suara dukungan saya kepada Jhon Rouw Banua dan sekarang diangkat menjadi ketua DPR Papua. Namun ketika saya meminta proyek kepada Bupati Jayawijaya sesuai perjanian yang disepakati nyata tidak diberikan,” katanya.

Bahkan, lanjut Ronny, pihaknya sudah sering menyuarakan kepada Bupati Jayawijaya untuk memberikan proyek pembangunan. Apalagi, dalam perjanjian Bupati saat ingin proyek pembangunan dikerjakan oleh putra asli Wamena.

“Hasilnya, sampai sekarang Bupati tidak pernah menjawab permintaan saya untuk mengerjakan sebuah proyek. Saya kecewa sehingga memalang proyek pembangunan kantor Bupati Jayawijaya,”  cetus Ronny.

Ronny pun menegaskan, jika Bupati tidak memberikan jawaban maka akan terus berupaya hingga ada jalan terbaik. “Saya hanya minta tuntutan saya di jawab, kalau tidak kami tetap melakukan pemalangan lokasi pembangunan Kantor Bupati Jayawijaya tersebut,” pungkasnya. [miki]