Jaring Aspirasi Masyarakat Soal Efektivitas Dana Otsus, Markus Kajoi,S.Sos Undang Stakholder Terkait

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam program kerjanya, Majelis Rakyat Papua (MRP) mengagendakan untuk penjaringan aspirasi masyarakat setiap tiga bulan sekali (Triwulan).

Dan di Triwulan I Tahun 2025, MRP mengagendakan untuk menjaring aspirasi tentang efektivitas dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi Orang Asli Papua (OAP).

Salah satu anggota MRP Pokja Agama, Markus Kayoi melaksanakan penjaringan aspirasi masyarakat tersebut dengan mengundang pihak-pihak terkait atau stakeholder dalam pertemuan yang digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (24/4/25).

Dalam pertemuan yang dibuka oleh Walikota Jayapura diwakili Staf Ahli Walikota Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sem Stenly Merauje, S.pak., M.M, dengan mengundang pihak penerima manfaat maupun unit layanan umum pengguna dana Otsus, seper sejumlah pengelola pendidikan, Puskesmas, dan lain-lainnya.

Marthen Kajoi mengungkapkan bahwa kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat tersebut bertujuan mendengar aspirasi masyarakat termasuk unit-unit layanan publik yang dapat merepresentasikan terkait pemanfaatan dana Otsus di Papua.

“Dari kegiatan ini kita akan mendengar pendapat dari masyarakat Papua, baik masyarakat orang asli Papua juga termasuk unit-unit layanan publik, seperti sekolah dan pusat-pusat layanan kesehatan (Puskesmas di Kota Jepura sebagai sampel,” ungkapnya.

Sehingga, nantinya dapat memperoleh gambaran tentang efektifitas pemanfaatan dana otonomi khusus kepada rakyat di bawah melalui unit-unit layanan tersebut.

“Termasuk kepada masyarakat Papua di setiap kelurahan, kita ingin tahu apakah mereka tahu ada dana otonomi khusus yang akan mereka terima di kampung atau tidak,” jelasnya.

“Kalau mereka terima itu bentuknya dalam bentuk dana kesehat atau program. Programnya seperti apa, program apa. Kita ingin mengetahui dalam lima tahun terakhir ini sejak memasuki era otonomi khusus di periode kedua,” sambungnya.

Dengan demikian diharapkan bisa mengetahui dengan jelas sejauh mana kemanfaatan penggunaan dana Otsus di Papua.

Yang kami undang selain dari konstituen kita ini, dari masyarakat biasa, di beberapa kelurahan yang ada di Kota Jeburah, kemudian kami juga mengundang beberapa perwakilan dari Sekolah Dasar (SD), SMP, Puskesmas yang ada di Kota Jayapura, juga kelompok-kelompok masyarakat termasuk beberapa ikatan kekeluargaan.

Hasil penjaringan tersebut akan dikaji lebih lanjut oleh tim ahli di MRP dan akan dibahas dalam rapat-rapat di MRP.

“Kami pemerintah kota menyambut baik apa yang digiagas oleh Angkota MRP dari Pokja Agama. Sangat baik untuk mengkritisi Otsus jilid II ini yang telah disampaikan gamblang bahwa sekarang ini dia sedikit berbeda dari yang lalu,” ungkap Sem Merauje saat ditemui wartawan.

Ia pun berharap kepada MRP untuk dapat menjadikan hal yang menjadi kekhususan Papua dapat lebih terlihat dan dapat dipromosikan dengan lebih masif.

“Filosofi dana Otsus itu kan memberi kewenangan seluas-seluasnya kepada masyarakat Papua, daerah untuk mengembangkan potensi dengan didukung oleh dana Otsus,” ujarnya.

Potensi dimaksud, salah satunya adalah seperti yang diberlakukan di Aceh, Jogja, dan Bali juga, mereka punya kekhususan, seperti penggunaan bahasa daerah setelah bahasa Indonesia oleh “airport announcer” atau “petugas pengumuman” bertugas memberikan informasi penting kepada penumpang melalui sistem pengeras suara (PA) di bandara.

“Mungkin harus digali kekhususan apa di Tanah Papua yang menjadi ciri khas,” jelasnya.

Dan seminar penelusuran sejarah Injil masuk di Matoapap Kampung Papuma.[yat]