Jelang 1 Desember, Dewan Adat Suku Sentani Serukan Papua Damai

124
Caption : Sejumlah Dewan Adat Suku Sentani saat membacakan deklrasi seruan damai dan doa syukur, di Sentani Kabupaten Jayapura, Kamis (30/11/2023). Foto : Ist/PapuaSatu.com
Caption : Sejumlah Dewan Adat Suku Sentani saat membacakan deklrasi seruan damai dan doa syukur, di Sentani Kabupaten Jayapura, Kamis (30/11/2023). Foto : Ist/PapuaSatu.com

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dewan Adat Suku Sentani menyerukan Papua Damai menjelang 1 Desember yang kerap dikaitkan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Seruan ini disampaikan agar terciptanya situasi aman dan damai serta keberlanjutan pembangunan di tanah Papua terus terjadi tanpa ada gangguan keamanan kepada masyarakat di tanah Papua.

Hadir dalam seruan tersebut disampaikan usai doa syukur dewan adat suku Sentani dan para ondofolo masing-masing, Yakob Fibet Auw (Ondofolo Puay), Septinus Ibo (Ondofolo),

Elias Ongge (Sekretaris Dewan Adat Sentani), Frans Walli (Ondofolo Yoboi), Nellis Monim (Ondofolo Putali), Harly Ohei (Ondofolo Hedam), Anderson Tokoro (Ondofolo Simporo), Mathen Ohee (Ondofolo Hera).

Ketua Dewan Adat Sentani Orgenes Kaway, S.Th menegaskan, sebagai  masyarakat adat dan seluruh masyarakat Papua tidak ada lagi perbedaan pendapat karena Papua adalah bagian dari negara republik Indonesia.

Oleh karena itu, Orgenes Kaway mengajak seluruh rakyat yang ada di tanah Papua untuk menjaga ketentraman dan memelihara kedamaian dilingkungan masing-masing dengan tidak melakukan aksi yang dapat mengganggu keamanan di tanah Papua.

“Kami berharap agar situasi bulan Desember yang merupakan hari penyambutan natal dan tahun baru hendaknya menjaga suasana dengan memperbanyak kegiatan ibadah. Karena ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan yang maha kuasa,” harap Orgenes Kaway, usai doa Syukur, pada Kamis (30/11/2023).

Orgenes Kaway kembali menekankan kepada masyarakat agar dapat mencegah dan menangkal segala bentuk isu-isu provokasi supaya tetap terpelihara keamanan yang kondusif. “Mari kita turut menyukseskan seluruh rangkai tahapan pemilu 2024 secata aman, damai dan demokratis di tanah Papua,” ajaknya.

“Masyarakat dilarang keras melakukan kegiatan politik 1 Desember dalam bentuk apapun di wilayah hukum adat suku Sentani,” tegas dia.

Orgenes mengakui bahwa dengan adanya pemekaran daerah provinsi di tanah Papua, maka semakin banyak kegiatan kegiatan yang dapat mengganggu situasi keamanan di setiap kabupaten/kota.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat di tanah Papua harus bergandengan tangan untuk mencegah adanya gangguan keamanan di setiap daerah.

“Apapun Provokasi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab kita jangan terprovokasi. Kita ini telah merdeka, tidak ada Merdeka 1 Desember, saya harapkan jangan ada yang ikut kegiatan tanggal 1 Desember,” tukasnya.

Kemerdekaan di tanah Papua adalah kemerdekaan kesejahteraan dan keberlanjutan pembangunan daerah. “Mari kita bersatu dan bertekat maju bersama guna membawa setiap pemimpin daerah dari Kabupaten ini untuk maju dalam calon Gubernur 2024 sehingga anak adat dari Sentani dapat mewakili Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Senada disampaikan Anderson Tokoro selaku  Ondoafi Simporo Kabupaten Jayapura, bahwa seruan kedamaian yang baru saja disampaikan harus dijaga dengan baik dan tidak ada lagi pemecah belah di tanah ini. [red]