Jelang Desember Suci, TNI Kembali Pusatkan Program Borong Hasil Bumi, Warga Berseri

29

INTAN JAYA, PapuaSatu.com – Hampir sebulan prajurit TNI AD dari Satgas YPR 305 Tengkorak Kostrad menjalankan program Borong Hasil Bumi secara tersebar.

Kegiatan yang biasanya dipusatkan di Posramil Mamba, dengan sasaran warga masyarakat yang membawa hasil bumi dari Hitadipa, Titigi, Dugusiga, Eknemba dan juga Mamba, disebar ke tiap-tiap Posramil.

Harapannya, masyarakat dari kampung-kampung yang pada hari pasar melewati Pos, dapat merasakan salah satu program unggulan para Ksatria Tengkorak selama bertugas di Kampung Mamba di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (26/11/2022).

Kali ini, Letkol Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila menjadikan Pos Kodim Persiapan (Pos Koper) sebagai lokasi pusat kegiatan.

Nampak Mama-mama yang telah jauh berjalan dari kampungnya, sangat gembira ketika para prajurit Kostrad dari Karawang ini mempersilahkan mereka masuk ke halaman Pos dan menggelar semua bawaannya.

Apalagi, sebelum sampai depan Pos Koper, mereka harus berjalan menanjak. Hari ini, bukan hanya sekedar berhenti melepas lelah. Namun mereka ketiban rejeki karena barang bawaannya diborong habis oleh para prajurit Kostrad.

“Jangan kebanyakan tawar. Kita bukan beli kemudian jual. Ini sudah mau Desember. Masyarakat butuh biaya lebih dari sebelumnya, karena banyak kebutuhan yang harus mereka penuhi,” ucap Raja Aibon Kogila kepada Lettu Inf Bima dan beberapa prajurit Pos Koper sebelum menghampiri Mama-mama, sambil menyerahkan uang sepuluh juta rupiah.

“Kita berada di daerah yang bagi mereka, Desember itu sangat suci. Bukan hanya pada hari Raya Natal, tapi terhitung sejak awal Desember. Habiskan saja uangnya, yang penting mereka senang,” sambungnya.

Pada awalnya, setelah menggelar barang bawaan, beberapa Mama-mama menunjukkan wajah keraguan.

Maklum, program Borong Hasil Bumi secara terpusat ini hampir satu bulan tidak dilaksanakan.

Beberapa diantara mereka yang memperhatikan kalung anggrek emas berliontin gigi babi di leher Raja Aibon, saling berbicara satu sama lain.

Keraguan pun hilang setelah para prajurit menyebar, memborong bawaan mereka. Pisang, ubi, kacang tanah, kedelai, kol dan banyak lagi yang lain habis diborong oleh Letnan Bima, Letnan Edward dan para prajurit lainnya.

Beberapa prajurit yang tidak ikut memborong, membagikan gula-gula. Semua kebagian, dari Mama-mama hingga anak-anak.

Ibarat kata pepatah, “Jika sudah rejeki, tak akan kemana”. Mungkin itulah yang dirasakan oleh Mama-mama dan juga anak-anak yang hasil jerih payahnya habis terjual.

Saling bersalaman, ucapan terima kasih, Amakanie, terdengar berulang-ulang. Sekitar satu jam lamanya para Ksatria Tengkorak bersama warga saling bertegur sapa, sembari menghidupkan suasana, ceria.

Setelah barangnya habis diborong, mereka akan jalan kosongan, menuju ke pasar, untuk belanja kebutuhan rumah mereka.

Raja Aibon pun minta doa, agar apa yang dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat semuanya.

“Harapannya, keberadaan kita disini dapat membantu, memperlancar perputaran perekonomian. Jika hasil bumi mereka dapat terjual, mereka bercocok tanam juga bersemangat,” lanjutnya.[redaksi]