Jelang Harganas, BKKBN Akan Lakukan Aksi Nyata Untuk Penguatan Keluarga Berencana

0
114
Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE., M.Si
Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE., M.Si

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Memasuki bulan Juni, secara sektoral Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seluruh Indonesia memprakasai bulan tersebut sebagai bulan Keluarga karena Hari Keluarga Nasional (Hargarnas) jatuh tepat pada 29 Juni.

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar, SE., M.Si mengatakan, program pelayanan yang dilakukan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan lebih cenderung melakukan aksi nyata guna memberi penguatan kepada keluarga terutama dalam masa-masa pandemic covid-19.

Apalagi dalam waktu dekat, tepat tanggal 29 Juni 2020 merupakan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 27 tahun. Namun karena dalam masa pandemic Covid-19, BKKBN lebih cenderung untuk melakukan aksi-aksi nyata untuk beri penguatan kepada keluarga terutama melakukan pelayanan terhadap keluarga berencana.

“Tentu ini sebagai target kami bahwa bulan Juni ini sebagai bulan garapan program keluarga berencana yaitu bagi keluarga atau ibu-ibu yang ingin menjaga jarak kelahiran anak,” ujarnya kepada PapuaSatu.com diruang kerjanya, Senin (15/06/2020).

Menurut Charles BKKBN akan terus melakukan perubahan-perubahan di tahun 2020 ini karena Kepala BKKBN pusat selaku ahli kandungan mengharapkan BKKBN harus membuat suatu perubahan-perubahan.

“Hal itu sudah dilakukan, dimana sejak awal tahun sudah melakukan 10 perubahan salah satunya logo baru sebagai satu gambaran bahwa BKKBN itu tidak dinilai membatasi angka kelahiran tapi mengendalikan jarak kelahiran,” kata Charles.

Ia ungkapkan, BKKBN berobsesi untuk bisa meningkatkan kualitas keluarga. Maka, tahun 2020 di Hargarnas ke 27, pihaknya akan melakukan beberapa program.

” Kami akan memberikan edukasi KB, melakukan pelayanan-pelayanan untuk bantu keluarga yang membutuhkan KB, kami juga berkoordinasi dengan tim satgas covid di Kabupaten/Kota untuk kolaborasi. Yang memiliki mobil-mobil pelayanan bisa membantu tim gugus tugas pencegahan covid-19 sehingga bisa mempublikasikan masa-masa new normal (beri edukasi) sehingga bisa bersama-sama menjaga protokol kesehatan,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut dia, BKKBN juga mengoptimalkan dana alokasi khusus yang ada di Kabupaten/Kota dan Provinsi hanya bersifat  memberikan bimbingan. “Kami berharap dana tersebut bisa digunakan untuk membantu masyarakat seperti memberikan jaminan kesehatan contohnya APD dan BAMA yang bersifat utk mencegah masyarakat berkerumun yang menyebabkan penularan covid-19,” harapnya.

Dalam momentum ini juga, BKKBN diharapkan pada tanggal 29 Juni bisa melakukan upacara secara internal untuk merayakan secara sederhana Harganas ke 27.

“Kami juga akan berkoordinasi dengam tim penggerak PKK baik itu dari Kabupaten/Kota maupun Provinsi sehingga ada edukasi-edukasi yang dilakukan terkait Hargarnas dan memberikan pesan-pesan dari kepala daerah. Dan pesan untuk para keluarga, tetap bersabar dalam masa pandemic ini dan ikuti protokol kesehatan,” tutupnya. [ayu/loy]