Kabur Dari Nabire, Jaringan Pencari Senpi dan Amunisi Ditangkap di Kampus Uniyap

Caption : Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Papua, dan Kabid Humas, serta pejabat Polda Papua, saat menunjukan barang bukti Senpi dan Aminuni milik tersangka NT dan rekannya di Mapolda Papua, Selasa (05/01/2021)
Caption : Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Papua, dan Kabid Humas, serta pejabat Polda Papua, saat menunjukan barang bukti Senpi dan Aminuni milik tersangka NT dan rekannya di Mapolda Papua, Selasa (05/01/2021)

JAYAPURA, PapuaSatu.com –  Aparat Kepolisian Daerah Papua berhasil menangkap jaringan pencari Senjata Api dan Amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Intan Jaya.

Pelaku berininsial NT alias Niel Tipagau alias Nataniel Tipagau ini tercium berada di Kota Jayapura usai  dua kali kabur saat dilakukan penangkapan di Kabupaten Nabire. Akhirnya, NT ditangkap di Jalan sam Ratulangi, tepat, di depan Kampus Universtiwas Yapis Jayapura-Papua, Senin 4 Januari 2021, Sore sekira pukul 17.30 WIT.

NT berusia 25 tahun warga Dok VIII Atas, distrik Jayapura Utara-Kota Jayapura ini ditangkap berdasarkan berdasarkan daftar pencarian orang nomor: DPO/03/III/Res.1.24/2020/Ditreskrimum dan Laporan Polisi Nomor: LP/02–a/I/2020/Papua/Res Nabire tanggal 25 Januari 2020 tentang perkara kasus transaksi amunisi.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, mengatakan, dari hasil penyelidikan pelaku diketahui berada di Kota Jayapura sehingga anggota langsung melakukan penangkapan. “Tim kami langsung mengamankan pelaku untuk diproses lebih lanjut,” katanya saat merilis pelaku di Mapolda papua, Selasa (05/01/2021).

Jenderal Bintang Dua ini menjelaskan, awalnyatanggal 25 Januari 2020 melakukan transaksi pembelian amunisi bersama-sama Paulus Tebay di Kabupaten Nabire.

“Saat melakukan penindakan aparat gabungan berhasil mengamankan sdr. Paulus Tebay beserta barang bukti amunisi cal 9 mm sebanyak 20 (dua puluh) butir dan uang tunai sebesar Rp. 1.110.000,- (satu juta seratus sepuluh ribu rupiah), sedangkan sdr. NT berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor matic warna hitam,” jelasnya.

Kemudian tanggal 12 November 2020, NT melakukan transaksi senjata dan amunisi bersama-sama dengan rekannya Lingkar di Kabupaten Nabire. Saat dilakukan penangkapan, NT  berhasil melarikan diri sedangkan Lingkar berhasil ditangkap.

“NT diketahui aktif dalam organisasi KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dengan jabatan sebagai sekretaris umum KNPB wilayah Kabupaten Intan Jaya,” tukasnya.

“Aktif melakukan propaganda dengan mengangkat isu-isu pelanggaran HAM oleh aparat keamanan di media sosial dalam mendukung upaya penolakan Otsus Jilid II dan pelaksanaan MSN (Mogok Sipil Nasional) 2021,” tambah Kapolda.

Kapolda menyebutkan dari tangan tersangka Paulus Tebay pada saat dilakukan penangkapan tanggal 25 Januari 2020 mengamankan  20 butir Amunisi Kaliber 9 MM yang disimpan dalam Kaleng Surya Gudang Garam, Uang Tunai sebesar Rp. 1.110.000, 11 lembar pecahan rp. 100.000 dan 1 lembar Rp. 10.000,- 1 Unit HT Merk Motorola PTX 700, 1 Unit hp merk Vivo warna hitam.

Sementara dari tangan NT berhasil mengamankan sebuah Hanphe, 4 buang Flascdisk,  dan 1 lembar surat yang ditulis tangan dari KKB Intan Jaya yang ditujukan kepada Bupati Paniai.

Kapolda menegaskan bahwa atas tindakan tersangka dijerat dengan pasal Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Jo Pasal 55 KUHPIDANA yakni secara bersama-sama dan tanpa hak menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, atau menyembunyikan sesuatu senjata api, amunisi atau bahan peledak.

“Para tersangkan  terancaman hukuman maksimal Hukuman Mati atau Hukuman Penjara Seumur Hidup atau Hukuman Penjara Sementara Setinggi-Tingginya Dua Puluh Tahun,” pungkasnya. [miki/loy]