Kain Tenun dan Herbal Black Garlic Asal Lembah Rinjani Hadir di KMAN VI

41
Unsyah Aqmal bersama rekannya saat memperlihatkan produk herbal dari Lereng Bukit Rinjani, Nusa Tenggara Barat di salah satu stand KMAN VI di Stadion Bas Youwe
Unsyah Aqmal bersama rekannya saat memperlihatkan produk herbal dari Lereng Bukit Rinjani, Nusa Tenggara Barat di salah satu stand KMAN VI di Stadion Bas Youwe

SENTANI, PapuaSatu.com – Unsyah , demikian dia mengenalkan namanya ketika saya datangi pondok-pondok UMKM, tempat masyarakat menjual hasil kerajinan tangan maupun produk-produk herbal hasil karya ibu- ibu maupun komunitas-komunitas di sepanjang lintasan Lapangan Sepak Bola Bas Youwe tempat dilaksanakan Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke Enam KMAN -VI (29/10/22).

Salah satu peserta KMAN-VI mewakili Sekolah Adat  Laskar Sembulun Lembah Rinjani ini, kesehariannya merupakan guru di sekolah Adat juga dalam kelompok usaha kecil di tempat tinggalnya di Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Lereng Gunung Renjani.

“‘Di sekolah Adat kami mengajar tentang menenun juga menarii, ” ujarnya.

Siswanya dari berbagai tingkatan usia, mulai dari tingkatan Sekolah Dasar juga Orang Dewasa.

Siapa saja warga setempat yang mau gabung dan belajar, silakan mendaftar dan mengikuti proses belajarnya.

Waktu belajarnya pun tidak tiap hari dan tidak mengganggu anggota atau siswa yang masih belajar di sekolah formal.

Selain mengajar, Unsya juga masuk dalam kelompok wanita tani UMKM  lokal yang mengolah tanaman Bawang Putih menjadi produk herbal kesehatan.

“Daerah kami penghasil bawang putih, karena ada di lereng bukit dan dingin,”  katanya

Ia Bersama masyarakat setempat membuat produk herbal dari bawang putih dengan proses yang sangat sederhana.

Setelah panen, bawang putih dijemur selama sebulan agar benar-benar kering, kemudian dimasukkan dalam oven.

“Oven yang kami gunakan adalah tempat masak nasi atau rice cooker, akan kami panaskan selama sebulan, hasilnya memilikk tiga rasa yang berbeda, asam , manis juga pahit,” tuturnya.

Selain hasil tenun yang dijual di arena KMAN-VI, Unsyah juga membawa produk herbal dari bawang putih itu atau black garlic.

“Alhamdulilah, tuk hasil tenun sudah laku banyak , dan sepertinya pengunjung lebih tertarik dengan souvenirs dari kain,” katanya.[yat/mc kman vi]