Kampung Yokiwa Akan Disulap Jadi Kota Yang Dilengkapi Fasilitas Berkelas Internasional

1639
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab saat menyerahkan maket pengembangan SMA Sepak Bola di Kampung Yokiwa, Kamis (15/7/20)
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab saat menyerahkan maket pengembangan SMA Sepak Bola yang akan dikembangkan di Kampung Yokiwa kepada Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, Kamis (15/7/20)

SENTANI, PapuaSatu.com – Sebuah mimpi besar yang segera diwujudkan untuk Kampung Yokiwa, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Yakni, akan mengubah menjadi sebuah kota baru dan menjadi icon wisata di kabupaten yang memiliki julukan “Knambai Umbay” tersebut.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab ke Kantor Bupati Jayapura, Kamis (15/7/20), dalam rangka menjalin kerjasama dalam mewujudkan sekolah unggulan sepak bola.

Disambut Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dan Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Pangdam memaparkan sebuah ide yang akan menjadikan Kampung Yokiwa sebagai kota wisata berbasis olahraga, dan pengembangan perkebunan kakao maupun perikanan air tawar.

Untuk pengembangan wisata berbasis olahraga, akan diawali dengan mengubah SMA Negeri Yokiwa menjadi sebuah sekolah khusus bola, yang telah dipastikan akan mulai melakukan penerimaan siswanya di Tahun Ajaran 2021/2022.

Pangdam Herman Asaribab pun menyampaikan bahwa gagasan tersebut telah muncul di benaknya sejak ia menjabat sebagai Kasdam XVII/Cenderawasih beberapa tahun silam.

Dan dalam kesempatan tersebut, Pangdam telah membuat sebuah maket sekolah sepak bola yang bervisi menjadi sebuah universitas, yang diserahkan kepada Bupati Jayapura untuk dikembangkan lebih lanjut.

Pangdam yang didampingi sejumlah tim ahli yang dibawanya, juga memaparkan konsep pengembangan kebun kakao dan pengembangan budidaya ikan air tawar, guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Yang tak kalah menariknya ketika tim ahli yang dibawa Pangdam memaparkan pengembangan kawasan Danau Love, yaitu yang akan dikembangkan menjadi padang golf berkelas internasional.

Padang golf tersebut, akan dilengkapi dengan hotel dan dua helipad (tempat pendaratan helikopter), dan sejumlah fasilitas mewah lainnya yang berkelas internasional.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab saat ditemui usai pertemuan mengungkapkan bahwa kunjungannya adalah lebih untuk sharing (tukar pendapat) bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam kerangka sinergitas untuk membangun kabupaten Jayapura.

“Jadi kami hanya meberikan pemikiran. Dari pemikiran ini, nanti pemerintah, dalam hal ini Pak Bupati menuangkan dalam satu konsep dan kami dilibatkan untuk ikut membantu mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Jayapura,” ungkapnya.

Di kesempatan sama, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengungkapkan, khusus sekolah sepak bola sudah menjadi program Pemerintah Daerah.

“Kita sudah bangun di sana (Kampung Yokiwa) sekolah unggulan, tinggal dipertajam lagi unggulannya seperti apa. Kalau bisa ke olahraga sepak bola, oke kita dorong,” jelasnya.

Dari pihak TNI-Polri,  kata bupati, sangat diharapkan dukungannya dalam memupuk kedisiplinan dan pembinaan karakter para siswa-siswinya nanti.

“Sehingga ini bisa menjadi sinergi untuk bisa mewujudkan sekolah unggulan yang cocok di Papua,” jelasnya.

Untuk padang golf, kata bupati tingal dirancang untuk bagaimana membuat sebuah kerjasama dengan masyarakat adat setempat.

“ Kan lahan tidak dibeli, tinggal bagaimana kita membuat perjanjian kerja sama antara masyarakat ada dengan pihak investor,” jelasnya.

Dijelaskan, peran pemerintah adalah sebagai fasilitator untuk mempercepat proses-proses kerjasama dan medorong prcepatan pembangunannya.

Khusus padang golf, bupati menegaskan untuk mendatangkan investor. “Harus. Kita kan tidak punya ilmu, apalagi membangun lapangan golf internasional. Harus kolaborasi,” tegasnya.

“Kelebihan-kelebihan yang ada kita padukan, kolaborasi, baru bisa jalan. Pemerintah juga memiliki keinginan kawasan di sana bisa terbangun. Makanya kita padukan dengan kegiatan perkebuan,” sambungnya.

Apalagi, khusus perkebunan kakao yang di masa pandemic Covid-19 saat ini menjadi trend yang sedang didorong pengembangannya oleh pemerintah dalam kerangka ketahanan pangan.

“Sehinga ini bisa sinergi supaya masyarakat di sana punya masa depan, selain perkebunan mereka juga bisa memberikan support terhadap pariwisata berbasis olahraga yang tadi sudah digambarkan itu,” jelasnya.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri pihak adat dari Kampung Yokiwa tersebut, tokoh adat pun menyampaikan dukungannya untuk pengembangan atas gagasan yang dipaparkan Pangdam XVII/Cenderawasih bersama tim ahlinya tersebut.[yat]