Kapolda dan Pangdam Jenguk Anggota Polisi Korban Penganiayaan dan Perampasan Senjata Yang Terjadi di Kabupaten Paniai

0
239
Kondisi anggota polisis bernama Briptu Kristian Paliling yang menjadi korban penganiayaan dan perampasan senjata api yang terjadi di Kabupaten Paniai, saat dijenguk Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab di RSUD Nabire, Senin (18/5/20)
Kondisi anggota polisis bernama Briptu Kristian Paliling yang menjadi korban penganiayaan dan perampasan senjata api yang terjadi di Kabupaten Paniai, saat dijenguk Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab di RSUD Nabire, Senin (18/5/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Untuk melihat langsung kondisi anggota polisis bernama Briptu Kristian Paliling yang menjadi korban penganiayaan dan perampasan senjata api yang terjadi di Kabupaten Paniai, Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab melakukan kunjungan ke RSUD Nabire, Senin (18/5/20).

Kunjungan ke RSUD Nabire, dilakukan setelah sebelumnya rombongan melihat kondisi di Tempat Kejadian Perkara di pospol pendulangan Ndeotadi Distrik Bogobaida Lokasi 99, yang terjadi pada tanggal 15 Mei 2020,  dan mengakibatkan Briptu Kristian Paliling mengalami kondidi kritis dan membutuhkan donor darah empat kantong, serta tiga pucuk senjata api milik Polri dibawa kabur para pelaku.

Turut dalam rombongan kunjungan tersebut Dansat Brimobda Papua Kombes Pol Godhelp C. Mansnembra, Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, S.I.K, Komnas HAM Papua Frits Ramandey, Dansatgas PON XX Provinsi Papua Mayjen TNI Irwansyah, Kabinda Papua Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon, Dansatgas Tifa Papua Brigjen TNI Gustav Agus Iriyanto, Dansatgas BAIS TNI Kolonel Inf. Joko Suparyoto, Danrem 173 / PVB Kolonel Inf. Iwan Setiawan, SE., MM, Asintel Kasdam XVII Cenderawasih Kolonel Inf. J.O Sembiring.

Kunjungan dilakukan dengan menumpangi pesawat udara Twin Otther PK – SMS, setelah sebelumnya Paniai.

Dalam kunjungan Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cendrawasih di RSUD Kabupaten Nabire, langusng melakukan pengecekan kondisi korban serta memberikan santunan kepada keluarga untuk digunakan dalam proses penyembuhan korban.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan rasa syukurnya, karena dari keterangan dokter yang menangani korban, bahwa keadaanya korban cukup normal.

“Kami lihat tadi masih ada pendarahan-pendarahan tapi keterangan para dokter sudah bisa ditangani.  Mudah mudahan kita berharap segera bisa sembuh dan boleh pulih seperti sedia kala,” ujar Kapolda.

Kapolda menyatakan prihatin dengan luka yang dialami Briptu Kristian Paliling, karena ada empat sampai lima titik yang cukup parah seperti leher, punggung, belakang kepala.

“Nampaknya penganiayaannya serius sekali, itulah yang menjadi pertanyaan kami, padahal kan hubungan mereka ini antara pelaku dengan anggota-anggota di pos ini, yang pertama kan jaraknya hanya sebelah rumah, kenapa bisa terjadi tindak penganiayaan seperti itu, apakah ada persoalan personal atau persoalan perseorangan antara pribadi mereka, tapi kami yakin tidak,” ujar Kapolda.

Dari keterangan warga masyarakat di TKP, kata Kapolda, bahwa selama ini hubungannya baik-baik saja.

“Tapi kami akan terus melakukan penyelidikan atau penyidikan untuk membuktikan akar penyebab atau latar belakang terjadinya kekerasan ini, sehingga hingga hilangnya atau dirampasnya tiga pucuk senjata itu,” cerita Kapolda.

Kapolda juga menyatakan akan berbicara dengan Bupati Nabire, Bupati Paniai, dan Bupati Deiyai, guna mencari solusi agar persoalan tersebut bisa segera diselesaikan dengan baik.

“Dalam arti kami memerlukan agar senjata yang dirampas itu bisa dikembalikan atau pelaku bisa menyerahkan diri,” jelas Kapolda.

Upaya untuk dapat dikembalikannya tiga pucuk senjata api akan terus dilakukan, serta upaya mengetahui permasalahannya yang sebenarnya.

Sementara ini, korban belum bisa bisa diambil keterangan karena belum stabil untuk berbicara memberikan alur tentang kejadian latar belakang dan lain sebagainya.

“Kami berharap lewat kesempatan ini para tokoh-tokoh saudara-saudara keluarga besar di kabupaten Paniai tolong bantu kembalikan senjata itu, kami juga akan mengevaluasi posisi keadaan anggota di pos itu, mungki jumlahnya kita perbanyak dan kita perlengkapi atau tidak, tadi dari warga masyarakat sudah menyampaikan keinginan dan harapan mereka dan sudah kami tampung, malam ini kami akan membahas bersama para bupati untuk menjawab itu semua,” tutur Kapolda.[yat]