Kapolda Papua : Tanggung Jawab Keamanan Ada di Tangan TNI/Polri

0
111
Caption : Kapolda Papua dan Wakapolda Papua dan sejumlah pejabat Kodam XVII-Cenderawasih, saat menghadiri Ibadah Oikumene Garnizun Polda Papua dalam rangka HUT Bhayangkara ke - 73 Polda Papua, Kamis (20/6/2019) tadi pagi.

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Drs. Rudolf Albert Rodja mengajak seluruh jajaran Polda Papua agar terus menjaga keamanan di  tanah Papua.

“Kita TNI-Polri hanya beda baju tapi tanggung jawab kita adalah untuk menjaga keamanan di tanah ini. Kita harus tanggung jawab,” kata Kapolda Papua dalam sambutannya pada ibadah Oikumene Garnizun Polda Papua dalam rangka HUT Bhayangkara ke – 73 Polda Papua, Kamis (20/6/2019).

Hadir dalam ibadahOikumene ini diantaranya, Waka Polda Papua  Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Pdt. Cristian Warouw, DPM, PJU Polda Papua, Kapolres Jayapura Kota, anggota Polda Papua, anggota Polres Jayapura Kota, anggota Polres Keerom, anggota brimob Kotaraja/Polda Papua, kodam XVII Cenderawasih, TNI AL X.

Kapolda menegaskan, dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 73 tahun 2019, Polda Papua  dan jajaran telah melakukan berbagai kegiatan, salah satu kerja bhakti, donor darah, bhakti religi dan sebagainya.

“Kemudian, rencana besok tanggal 21 Juni 2019, akan melaksanakan lomba menembak oleh seluruh jajaran. Dan rencana Sabtu 22 Juni, kita akan  melaksanakan kegiatan bersepeda dari jembatan merah sampai ke Skouw,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam khotbah yang disampaikan Pdt. Cristian Warouw, DPM mengambil dari Kita Suci Yosua  “Yosua 1:1-3 (TB). Dalam Firmannya mengatakan sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu.

“Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”, “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa”.

Dalam firman tersebut, kata Pdt Christian, Tuhan kini membutuhkan ketekunan dan membutuh ketenangan, tuhan memproses seseorang dengan waktunya Tuhan.

“Yosua adalah yang jalan dalam kehendaknya tuhan, orang yang mentaati adalah orang yang mendengarkan firman tuhan, kita berlutut dan berdoa kepada tuhan supaya kita bisa di jaga dan lindungi oleh tuhan, saya beritahu hukum tuhan adalah kebenaran tunduk kepada iman,” imbuhnya [loy]