Kapolri Nyatakan Kerusuhan di Papua, Benny Wenda, ULMWP dan KNPB Bertanggungjawab

0
158
Kapolri Jenderal Pol. Tito Kanavian memberi keterangan pers usai menjenguk ketiga personil Polri yang sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Kamis (5/9/19)
Kapolri Jenderal Pol. Tito Kanavian memberi keterangan pers usai menjenguk ketiga personil Polri yang sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Kamis (5/9/19)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Benny Wenda, United Lawyer Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua (KNPB), dinyatakan bertanggungjawab dalam peristiwa kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah tempat di Papua, seperti di Deiyai, Timika, dan terakhir di Jayapura.

Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Pol. Prof. Muhmmad Tito Karnavian,P.Hd. kepada wartawan usai menjenguk tiga angotanya yang menjadi korban, dan sedang dirawat di RS Bhayangkara Kotaraja, Kamis (5/9/19)

“Saya sudah mendapat data, KNPB main, ULMWP main, dan saya tau rangkaiannya kemana, termasuk gerakan AMP,” ungkap Kapolri.

Sebagian Mahasiswa Papua yang selama ini juga turut melakukan aksi demo dan lantang meneriakkan Papua Merdeka, juga digerakkan oleh mereka.

“Jadi apa yang terjadi di sini maupun di luar, itu didesain oleh kelompok yang ada ini,” jelas Kapolri.

Kapolri menyebut Benny Wenda juga bertanggungjawab, saat disinggung adanya keterlibatan internasional dalam peristiwa kerusuhan di Papua.

“Semua taulah. Wartawan di Papua tau. Benny Wenda main,” tegas Kapolri.

Yang menjadi target, adalah agar ada suara mengenai adanya kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua pada rapat Komisi HAM PBB di Jenewa pada tanggal 9 September.

Selain itu juga ada sidang Majelis Umum PBB tanggal 23 September 2019.

“Di situ semua negara bisa menyampaikan pandangan-pandangannya, tapi tidak ada agenda mengenai Papua,” terang Kapolri.

Mereka, yakni Benny Wenda, ULMWP dan KNPB memgejar dalam rangka dua momen tersebut, dengan sengaja bikin rusuh dan segala macamnya, supaya di dua agenda internasional terkait HAM bisa ada suaranya bahwa Papua rusuh.

“Ada satu atau dua negara didekati supaya nanti mengangkat isu itu,” jelas Kapolri.

“Dan supaya nendang, bikin rusuh di sini. Tapi kasihan mengorbankan masyarakat, nanti Tuhan yang membalasnya,” sambungnya.

Kapolri Tito pun menegaskan akan mengejar pihak-pihak yang bermain untuk membuat tusuh di Papua tersebut.

“Itu akan saya kejar, saya tau nama-namanya, kami akan tegakkan hukum kepada mereka,” tandas Kapolri.

Dikatakan, aksi provokasi untuk membuat rusuh Papua akan terus terjadi kalau tidak bergerak keras, tegas dalam menegakkan hukum.[yat]