Kelompok Sipil Bersenjata Tembaki Helikopter di Ilaga-Papua

0
133

JAYAPURA, PapuaSatu.com –   Sebuah Helycopter PK-IWD milik PT. Intan Angkasa Air Service dengan pilot Cristian Munteanu dan 1 orang penumpang pekerja pembangunan Tower Jaringan BTS Telkomsel Agung Dedi Hidayat ditembaki oleh kelompok sipil bersenjata, Rabu (16/10/2019)

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Eko Daryanto saat dikonfirmasi membenarkan terjadi penembakan  tersebut. “Penembakan itu terjadi di area Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak-Papua. Kelompok tersebut diduga dari kelompok Lekagak Telenggeng,” katanya via seluler.

EKo mencerikan, kronologi kejadian berawal Helycopter PK-IWD yang diterbangkan oleh Pilot Dan Cristian Muntenau take off dari PT.MTT (Material Tunggal Teknik), Jalan Ilaga-Gome, Distrik Ilaga yang membawa bahan makanan untuk didistribusikan ke tempat pembangunan Tower Jaringan BTS B6 Telkomsel serta masyarakat yang berada diarea Distrik Ilaga Utara.

Setelah sampai, Helycopter tersebut langsung menurunkan bahan makanan yang telah diangkut dan akan bergerak kembali ke PT.MTT (Material Tunggal Teknik), Jalan Ilaga-Gome, Distrik Ilaga dengan membawa 1 orang penumpang Agung Dedi Hidayat

Dalam perjalanan ke PT.MTT disekitar area udara Kampung Mayubery, Distrik Ilaga Utara, Helycopter PK-IWD ditembaki oleh Kelompok Separatis Bersenjata yang diduga Kelompok Lekagak Telenggeng sebanyak 3 kali tembakan mengenai pintu bawah kiri Helycopter tembus kaca depan dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Insiden penembakan itu mengakibatkan lubang di Helycopter tersebut, Pilot Dan Cristian Munteanu dan Agung Dedi Hidayat langsung menuju ke Koramil Ilaga untuk melaporkan Kejadian tersebut yang kemudian mendatangi Mapolsek Ilaga untuk melaporkan penembakan tersebut,” jelas Eko.

Menurut keterangan dari pilot pada saat di Mapolsek Ilaga bahwa Hely yang mereka bawa diserang dengan 3 x tembakan ketika pesawat Hely berada di Ketinggian ALTITUT : 8.500 FT / 2590 meter dari Permukaan Laut (290 meter dari permukaan tanah). Adapun perkiraan Jarak dari TKP dengan PT. MTT : 5 NM atau 9,26 Km. Sementara penembakan terjadi pada saat kecepatan Helikopter berada pada 10 KH.

“Saat ini situasi di Wilayah Ilaga, Kab. Puncak masih dalam keadaan aman terkendali. Kita akan berkordinasi dengan pihak Polda untuk mengidentifikasi dan mencari pelaku penembakan Hely tersebut,” terang Eko. [loy]