
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Suherman kembali memegang kendali sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Papua.
Penetapan Suherman berdasarkan keputusan Dewan Pengurus Partai Keadilan Sejahtera dengan nomor 091.PW/SKEP/DPP-PKS/2025 tentang struktur dan kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Papua masa bhakti 2025-2030.
Keputusan ini disampaikan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VI PKS Papua yang berlangsung di Horizon Hotel Kotaraja, Kota Jayapura, Minggu 24 Agustus 2025.
Dalam pidatonya, Suherman menegaskan, komitmen partainya untuk memperkokoh semangat kebersamaan dalam membangun Papua.
Muswil ke- VI ini, tegas Suherman, bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan momen bersejarah yang menjadi titik awal perjalanan baru PKS dalam memperkuat komitmen membangun Papua melalui tema besar: Kokoh Bersama, Memajukan Papua untuk Indonesia.
Oleh karena itu, Suherman menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban Nusantara, para pengusaha muda Papua, serta kader PKS dan simpatisan yang hadir secara langsung maupun virtual.
Pada kesempatan itu, lanjutnya, pelaksanaan demokrasi dilaksanaka meski cukup panjang seperti pelaksanaan PSU di Papua. Hal ini mengajarkan kita semua bahwa politik bukan soal perpecahan, tetapi soal persatuan.
‘Bukan soal saling menjatuhkan, tetapi bergandengan tangan merajut kekuatan demi kemajuan masyarakat Papua ke depan,” tegasnya.
Struktur baru DPW PKS Papua yang telah dikukuhkan, Kata Suherman, menjadi simbol semangat baru, semangat untuk lebih dekat dengan rakyat, menghadirkan keadilan, dan menjadikan aspirasi masyarakat Papua sebagai energi pembangunan.
“Papua memiliki potensi luar biasa – kekayaan alam, budaya, dan generasi muda yang cerdas. Tugas kita adalah memastikan potensi ini menjadi jalan menuju kesejahteraan masyarakat,” kata Suherman.
Oleh karena itu, ke depan PKS Papua siap menjadi bagian dari solusi dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, LSM, pelaku ekonomi, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, Suherman mengajak seluruh kader dan masyarakat Papua untuk menyatukan langkah, berkontribusi dengan ketulusan, dan menjadikan Papua sebagai contoh bahwa perbedaan politik tidak menghalangi persatuan.
“Karena masa depan Papua bukan hanya milik kita hari ini, tetapi juga titipan untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya. [Loy]










