Kembalinya Empat TPN-OPM Kepangkuan NKRI karena Pilihan, Pemerintah Harus Jamin Kehidupan dan Keluarga Mereka

0
614
Laurenzus Kadepa
Laurenzus Kadepa

JAYAPURA,  PapuaSatu.com – Kembalinya empat orang anggota TPN-OPM ke pangkuan NKRI yang diprakasai oleh aparat TNI-AD dan secara resmi disambut baik oleh Pemerintah Puncak Jaya melalui upacara di Kota Mulia kabupaten Puncak Jaya,  Selasa 11 Juni 2019 mendapat respon dari legislator Papua, Laurenzus Kadepa.

“Saya melihat di media masa ada empat anggota TPN-OPM yang kembali untuk menjadi masyarakat biasa.  Soal ini saya tidak berpendapat banyak karena mereka kembali itu pilihan apakah mereka bertahan atau mau lawan atau kembali seperti masyarakat di Kota. Ini adalah pilihan politik mereka,” kata Laurenzus Kadepa, Kamis (13/06/2019).

Soal ideology, tegas Kadepa,  tidak bisa dipaksakan oleh siapapun. Hanya saja jikalau berita itu memang benar maka Pemerintah harus memberikan jaminan kehidupan mereka beserta keluar mereka.

“Hak-hak mereka harus diberlakukan sebagai warga Negara yang sah dan berlaku  sesuai dengan undang-undang di tempat mereka berada. Pemda harus sambut mereka positif, dan menjamin harus memberikan jaminan hidup yang layak bagi mereka yang kembali disertai keluarga,” tukas dia.

Iapun meminta agar keempat orang tersebut Mereka tidak boleh dianggap sebagai musuh atau mereka dianggap anti tapi harus menerima mereka seperti masyarakat biasa sama seperti masyarakat lain di Kota.

“Jangan mereka sudah kembali lalu masih terus dibawah ancaman. Jangan memberlakukan mereka warga negara kelas II. Harus keluarga mereka di biayai mulai dari pendidikan, kesehatan dan ekonomi mereka harus dilihat dengan baik. Jaminan hidup secara keseluruhan harus diperhatikan,” tukas dia.

Namun apabila dengan kembalinya empat TPN-OPM tersebut hanya untuk mencari sensasi oleh pihak tertentu, maka tegas Kadepa bahwa  Papua bukan jamannya untuk mencari sensasi.

Untuk itu, politisi partai NasDem ini meminta kepada semua lembaga  agar berhenti untuk mencari sensasi yang hanya mencari nama demi kepentingan pribadi namun merugikan rakyat. “Mari kita fokus bangun Papua yang benar-benar secara aman adil dan bermartabat,” pungkasnya. [loy]