Kemenag Papua Dorong Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Drs. Hamzah, M.S
Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Drs. Hamzah, M.S

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Drs. Hamzah, M.Si, menegaskan pentingnya penerapan kurikulum berbasis cinta di lingkungan madrasah sebagai upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

‎Menurut Hamzah, pendekatan berbasis cinta diharapkan dapat menumbuhkan rasa kasih sayang antara guru dan siswa, sehingga tercipta suasana belajar yang harmonis dan penuh empati.

‎“Guru harus menyayangi siswanya seperti anak sendiri. Dengan cinta, kita bisa saling memahami dan menghargai. Tidak ada lagi kebencian, yang ada justru saling menyayangi,” ujar Hamza dalam kegiatan ngobrol bareng kakanwil kemenang papua dengan awak media di Jayapura belum lama ini.

‎Ia menjelaskan, Kementerian Agama terus mendorong para guru madrasah agar mengedepankan nilai-nilai kasih, toleransi, dan kebersamaan dalam proses pendidikan. Salah satu bentuk nyata program tersebut adalah pelaksanaan kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa madrasah pada awal November 2025.

‎Kegiatan ini akan melibatkan siswa dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) hingga madrasah aliyah (MA), serta sekolah-sekolah umum yang bekerja sama dengan madrasah. Tes tersebut bukan bersifat wajib, namun menjadi salah satu syarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

‎Selain itu, Hamzah juga menyampaikan bahwa pada 10–14 November 2025 akan digelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) di Tangerang, Banten. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang pengembangan potensi dan kompetensi siswa madrasah dari seluruh Indonesia.

‎“Kami berharap semua madrasah, baik di tingkat lokal maupun nasional, dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai program ini sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia,” pungkas Hamzah. [loy]