Kemenkumham Bangun Lapas Perempuan dan Lapas Khusus Anak Pertama di Papua

0
71
Caption: Bupati Keerom Muh. Markum, Kakanwil Papua Kemenkumham Iwan Santoso dan Ondoafi Bate saat menunjukkan perjanjian yang telah ditandatangani, sebagai salah satu rangkaian dalam acara pelatakan batu pertama pembangunan Lapas Perempuan dan Lapas Khusus Anak.
Caption: Bupati Keerom Muh. Markum, Kakanwil Papua Kemenkumham Iwan Santoso dan Ondoafi Bate saat menunjukkan perjanjian yang telah ditandatangani, sebagai salah satu rangkaian dalam acara pelatakan batu pertama pembangunan Lapas Perempuan dan Lapas Khusus Anak.

KEEROM, PapuaSatu.com Kementerian Hukum dan HAM untuk pertama kali membangun Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Jayapura dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Jayapura yang lokasinya ditetapkan di Kampung Bate Distrik Arso Kabupaten Keerom.

Pembangunan kedua lapas tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Kantor Wilayah Papua Kementerian Hukum dan HAM Iwan Santoso dan Bupati Keerom Muh. Markum, Senin (09/09/2019).

Menurut Kakanwil Papua Kemenkumham Iwan Santoso, pembangunan Lapas Perempuan dan Lapas Pembinaan Anak merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, sehingga ditargetkan harus sudah selesai pada 31 Desember 2019.

Karena kebutuhan Lapas Perempuan dan Lapas Pembinaan Anak menurut Iwan Santoso sangat dibutuhkan. Sebab selama ini untuk warga binaan anak, pihaknya masih menempatkan sementara pada blok tersendiri pada Lapas Abepura, sedangkan warga binaan perempuan dititipkan pada Lapas Narkotika Doyo Kabupaten Jayapura.

“Untuk di Papua ini pertama kali dibangun Lapas Perempuan dan Lapas Pembinaan Khusus Anak. Kalau kita bandingkan dengan wilayah pulau Jawa, di Papua ini memang harus ada beberapa, karena kalau kita lihat luas pulau Papua ini tiga kali luasnya dari pulau Jawa,” tutur Kakanwil Kemenkumham Iwan Santoso saat memberikan sambutan dalam acara pelatakan batu pertama.

Lapas sebagai tempat mengembalikan wargaan binaan sebagai warga yang baik dan diterima dalam bermasyarakat, Iwan berharap, pembangunan kedua lapas tersebut bisa segera selesai dilakukan, sehingga kebutuhan pembinaan kepada warga binaan perempuan dan anak bisa dilakukan dengan maksimal.

Sementara itu Bupati Keerom Muh. Markum dalam sambutannya, menyambut baik pembangunan lapas yang dilakukan Kemenkumham. Karena diyakini dengan adanya lapas, akan membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Ini adalah momentum yang baik bagi Pemda dan kampung Bate dalam rangka pembangunan. Karena secara tidak langsung dampaknya adalah bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Penempatan lokasi pembangunan Lapas Perempuan dan Lapas Khusus Anak menurut Bupati, sangat tepat, karena sesuai dengan tata kota Pemkab Keerom kampung Bate akan menjadi salah satu pusat keramaian.

Apalagi Pemkab Keerom akan telah memutuskan perumahan Bupati, Wakil Bupati dan pejabat daerah, termasuk anggota DPRD Keerom akan dibangun di Kampung Bate.

“Jalan didepan ini akan dibangun dua jalur seperti di Arso Swakarsa. Jadi sangat strategis sekali LPP dan LPK Anak ditaruh disini, apalagi arealnya cukup luas,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengungkapkan rasa kagumnya kepada Kanwil Papua Kemenkumham tentang transparansi dalam pelaksanaan proyek Lapas Perempuan dan Lapas Khusus Anak. Dimanas semua proses pelelangan hingga waktu pelaksanaan diumumkan secara gamblang.

Untuk itu Bupati Markum berpesan kepada seluruh jajarannya untuk mencontohi apa yang dilakukan oleh Kemenkumham. Proses yang transparansi diyakini sebagai salah satu pintu berjalan baiknya pembangunan daerah.

“Ini semua dari Sekda hingga kepala SKPD harus bisa mencontoh apa yang dilakukan Kanwil Kemenkumam ini. Tadi saya sangat kaget dari PPK membacakan semua dari proses pelelangan hingga pembangunan, bahkan adanya sanggahan itu juga dilaporkan kepada saya. Dan saya meminta di SKPD juga begitu harus transparan agar pelaksanannya baik,” papar Bupati.

Bupati juga menjelaskan, tidak hanya lapas saja yang diberikan tempat oleh Pemkab Keerom, namun ada juga Badan Nasional Narkotika (BNN) yang disediakan tanah untuk pembangunan kantor.

Hal itu mengingat cukup tingginya masuknya narkoba jenis ganja dari Kabupaten Keerom. Sehingga dirasa perlu untuk membantu BNN dalam melaksanakan tugas pemberantasan dan pencegahan.

“BNN kita kasih di jalan utama, tepatnya sebelah Puskesmas Arso yang sedang dibangun sekarang. Saya kasih didepan supaya penanganan narkoba ganja ini bisa dengan sigap dan cepat diatasi, karena jalur jalannya dibawa lewat jalan trans,” ungkapnya. [alf]