Kemensos RI Pantau Langsung Kondisi Pengungsi Bencana Alam Sentani

653
Caption : Kasubdit Pemulihan dan Penguatan Sosial Dra. Sunarti.M.Si. didampingi Kepala Seksi Pemulihan, Ari Widianto berserta Rombongan Saat berbincang dengan Ketua Kordinator Pengungsi, Mili Penggu di Sentani, Sabtu (22/6/2019) sore. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com
Caption : Kasubdit Pemulihan dan Penguatan Sosial Dra. Sunarti.M.Si. didampingi Kepala Seksi Pemulihan, Ari Widianto berserta Rombongan Saat berbincang dengan Ketua Kordinator Pengungsi, Mili Penggu di Sentani, Sabtu (22/6/2019) sore. Foto : Tinus Yigibalom/PapuaSatu.com

SENTANI, PapuaSatu.com – Kementrian Sosial (Kemensos) RI memantau langsung kondisi korban bencana alam yang berada di tempat pengungsian di Kabupaten Jayapura, tepat di di polomo Sentani untuk mangambil data lengkap korban yang meninggal dunia guna mendapatkan santunan.

“Kehadiran kita ini dalam rangka menindaklanjuti tanggung jawab atau kewenangan kemensos, dalam rangka penanganan korban bencana untuk menyalurkan santunan ahli bagi korban bencana alam yang terkena banjir bandang beberapa waktu lalu,” ucap Kasubdit Pemulihan dan Penguatan Sosial Dra. Sunarti.M.Si. kepada PapuaSatu.com di Sentani, Sabtu (22/6/2019) sore.

Dirinya mengatakan, pihaknya telah mengambil data korban meninggal dunia sebanyak 88 korbanĀ  orang, dan khusus hari ini 17 korban meninggal.

“17 korban meninggal ini tambahan dari 71 sebelumnya yang belum kami menyalurkan santunan, kalau untuk hari ini baru 14 korban meningal dunia yang kami baru berikan santunan kepada mereka,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga menindaklanjuti rapat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Jayapura untuk pihaknya bersilaturami melihat perkembangan penanganan bencana khususnya masyarakat yang ada di tempat pengungsian.

“Jadi kegiatan yang kami lakukan hari ini, sekaligus kahadiran kami ini untuk memberikan dukungan sikososial kepada korban bencana di polomo sentani ini, sekaligus menguatkan kordinasi dengan BPBD Kabupaten Jayapura dan Dinas Sosial Provinsi Papua, intinya kami data memotret untuk meluhat apa lagi tindaklanjut yang akan kami perbuat kedepannya,” ungkap sunarti.

Sementara itu, Ketua Kordinator Pengungsian Pilomo Sentani, Mili Penggu, menuturkan dirinya mewakili sejumla pengungsi mengapresiasi kepedulian Kemensos RI yang suda langsung memantau keadaan dan kondisi para pengsi di lapangan.

Dirinya selaku kordinar mengaku bahwa selama ini pihaknya belum menerima bantuan bama dari Pemerintah Kabupaten Jayapura.

“Kami sedikit kecewa karena selama ini kami belum mendapamtakan bantuan bama dari Pemerintah Kabuparen Jayapura, pada hal kami ini juga merupakan bagian dari penduduk sini dan kami juga merupakan bagian dari dapat bencana alam, untuk itu kami meminta kepada pemerintah kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, dan Kemensos RI harus bisa melihat setiap keluhan kami ini, karena kami ini merupakan bagain dari NKRI,” ujar Mili.

Mili meminta kepada pemerinta untuk harus memindahkan mereka ke lokasi lain yang baik untuk bisa membangun tempat tinggal yang layak, sesuai denga jumla kepala keluarga (KK) sebanyak 74 KK.

“Karena kami para pengungsi yang kenah musibah banjir bandang yang berada disini, adalah satu RT/TW yang berada di tengah-tengah lokasi orang lain atau lokasi pemerintah kecil yang lain, oleh karena itu kami minta kepada Pemerinta untuk bisa menjawab keluh kesa yang kami alami saat ini, agar kami pun bisa mendapatkan tempat yang layak maupun hak yang sama,” ucap Mili.

Ia berharap pemerintah harus terus mendukung dan memantau keadaan pihaknya, agar pihaknya bisa mendapatkan kehidupan yang layak.[tyi]