Kementerian Kesehatan RI Luncurkan Gerakan Nasional Bulan Berantas Malaria dan Gebrak Siamal

61
Penandatanganan pakta integritas untuk percepatan eliminasi malaria oleh pemerintah kabupaten/kota se-Papua

SENTANI, PapuaSatu.com – Untuk melakukan percepatan eliminasi malaria di Papua, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Gerakan Nasional Bulan Berantas Malaria dan Gebrak Siamal (Siaga Malaria di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Senin (3/10/22).

Perhatiannya yang cukup besar terhadap Provinsi Papua dalam program eliminasi malaria, karena angka kasus malaria secara nasional, terbesar adalah Papua.

“Saat ini Provinsi Papua penyumbang kasus malaria terbanyak, yakni sebesar 81 persen secara nasional,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu saat peluncuran Bulan Berantas Malaria 2022.

Angka kasus malaria tersebut, tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan terbanyak ada Kabupaten Mimika (77.379 kasus), Kota Jayapura (27.436 kasus), Kabupaten Jayapura (17.676 kasus), Yahukimo (12.099 kasus), dan Keerom (10.804 kasus).

Menurut Maxi, upaya percepatan penurunan laju kasus Malaria di Papua tidak mungkin dilakukan dengan kegiatan rutin yang biasa saja.

“Harus ada gerakan luar biasa. Mulai dari penemuan kasus oleh kader, termasuk di sekolah dan komunitas,” katanya.

Gerakan Nasional Bulan Berantas Malaria dan Gebrak Siamal tersebut dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat dari tataran pemerintah daerah, masyarakat, terutama kader-kader di fasilitas layanan kesehatan primer.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenkes juga menginisiasi Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di seluruh wilayah Papua.

Yang mana, sanitasi sangat memengaruhi penanggulangan Malaria.

“Target eliminasi Malaria secara nasional pada 2030, tapi khusus di Papua kita percepat pada 2027, mencapai eliminasi dan stop buang air besar secara tuntas,” katanya.

Dalam seremoni peluncuran bulan berantas malaria tersebut, juga dilakukan penandatanganan pakta integritas atau komitmen semua pemerintah kabupaten/kota di Papua untuk melakukan pemberantasan malaria di daerahnya masing-masing.

Selain itu, juga dibagikan buku panduan pemberantaqsan malaria dan pemakaian rompi kepada para kader malaria.[yat]