KKB Bakar Pesawat PK-MAV Pengangkut Bantuan Sosial di Distrik Mbiandoga-Intan Jaya

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Sebuah Pesawat MAX PK-MAX yang dipoloti salah seorang warga Amerika bernama Alex Luferhcek ditembaki dan dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Kampung Pagamba, distrik Mbiandoga, kabupaten Intan Jaya, Rabu (06/05/2021).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa penembakan dan pembakaran pesawat tersebut. “Ya, benar ada penembakan itu dan sekarang masuk dalam penyelidikan tim reserse Intan Jaya dan Nabire,” katanya kepada wartawan, Jum’at (08/01/2021).

Dari informasi yang diperoleh, jelas Kamal, peristiwa tersebut berawal sekitar pukul 06.15 WIT Pilot Pesawat MAX PK-MAX yang dipiloti Alex Luferchek MAF –MAX bersama  dua penumpang dan Bantuan sosial untuk masyarakat terbang  menuju distrik Mbiandoga. Namun karena cuaca mengalami gangguan, sehingga pesawat kembali ke Bandara Nabire.

“Kemudian pukul 09.00 WIT,  pesawat terbang menuju Kampung Bandara Pagamba dan pukul 09.30 WIT Pilot melaporkan pesawat tiba dengan selamat,” jelas Kamal.

Beberapa saat setelah menurunkan bama dan  dua penumpang tiba-tiba salah satu dari kelompok  kriminal bersenjata sambil membawa senjata sambil menyuruh Pilot memrunduk  dari  pesawat sambil mengeluarkan tembakan ke udara lalu membakar pesawat tersebut.

Sontak kejadian itu, warga setempat bersama salah satu pendeta langsung menuju lokasi kejadian. Beruntung pendeta tersebut langsung memeluk Pilot dan dibawa ke rumah. “Warga menjelaskan ke KKB bahwa pesawat itu hanya membawa Bama. Ya, informasi sembako yang dikulkan para pendeta di Amerika,” ujarnya.

“Karena konek dari signal pesawat itu ada kendala dari Basrnas, sehinga Pihak Basarnas melakukan kontak dengan MAF Nabire untuk mengecek apakah MAF yang sudah terbang, sudah kembali. Sebab mendapat informasi bahwa ada gangguan dari kelompok Kriminal Bersenjata,” katanya.

Dari peristiwa itu, Kamis 7 Januari 2021 sekira pukul 06.00 WIT, Sar  mendatangkan helicopter dari Wamena menuju Lokasi untuk bertemu dengan Pendeta dan korban. “Korban pun diketahui selamat sehingga langsung diterbangkan ke Nabire untuk interogasi,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Kamal, korban sudah di interogasi dan sudah diterbangka Jayapura. “Beliau (Korban) belum bisa diminta keterangan resmi, hanya keterangan singkat karena masih trauma. Nanti kalau sudah tenang diperiksa lagi,” katanya.

Yang jelas, peristiwa itu akan di investigasi oleh Penyidik Reserse  Nabire dan Intan Jaya. “Ya, nanti apakah ditangani Polres Intan Jaya, Nabire atau dilimpahkan ke Polda Papua untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Namun ia meminta kepada semua pihak tidak terganggu atas peristiwa tersebut dan meminta kepada kelompok Kriminal Besenjata untuk tidak mengganggu masyarakat yang melakukan aktifitas. “Jangan mengganggu  kesulitan masyarakat di sana,” pungkasnya [redaksi]