Komisi V DPRP Papua Sarankan Sistem Pembelajaran SMA/SMK Wajib Tatap Muka

0
88
Wakil Ketua Komisi V DPRP Papua, Kamasan Jack Komboy
Wakil Ketua Komisi V DPRP Papua, Kamasan Jack Komboy

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Wakil Ketua Komisi V DPRP Papua, Kamasan Jack Komboy menyarankan agar sistem pembelajaran pada SMA/SMK ditahun ajaran 2020-2021 dilakukan dengan sistem tatap muka.

“Menurut saya, SMA/SMK bisa dilakukan sistem tatap muka, karena menurut saya sistem online atau daring ini tidak efektif dan akan ada beberapa faktor yang menjadi kendala,” ujarnya kepada PapuaSatu.com diruang kerjanya, Kamis (9/7).

Maka ia berharap, di masa-masa relaksasi ini ada improvisasi dari Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah serta ada koordinasi dengan pihak sekolah yakni SMA/SMK.

“Dinas Pendidikan harus koordinasi agar pembelajaran dapat berlangsung. Untuk SMP, SMA/SMK saya rasa sudah bisa lakukan sistem tatap muka entah itu shift-shiftan jam ke sekolah atau pembagian hari ke sekolah. Karena usia anak SMP, SMA/SMK sudah memahami dan bisa diatur dibanding TK dan SD,” katanya.

Selain koordinasi dengan pihak sekolah, ia juga menyarankan agar Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah dapat berkoordinasi juga dengan tim gugus tugas agar siswa/siswi dapat mengikuti protokol kesehatan selama sistem belajar mengajar tatap muka.

Sedangkan untuk sistem online atau daring, Jack Komboy akui pihaknya menilai banyak faktor kendala salah satunya fasilitas entah itu gadget maupun jaringan internet. “Kami di kota saja walaupun sudah ada fasilitas, tetap ada kendala apalagi di daerah pegununham dan pesisir yang tidak ada fasilitas internet,” pungkasnya Jack.

Jack Komboy juga ungkapkan, kajian ini memang belum dibahas langsung dengan Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah akan tetapi pihaknya pada saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu ke Keerom dan ketemu kepala-kepala sekolah, hal ini sudah dibahas.

“Mungkin dalam waktu dekat kami akan mengundang Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah untuk kita diskusikan terkait hal ini karena sistem online atau daring akan sulit dan hal tersebut butuh proses,” tukasnya. [ayu]