Komit Tanpa Mahar, Nasdem Jadikan Hasil Survai Untuk Pertimbangkan Pengusungan Calon Kepala Daerah

0
91
Ketua DPW Partai Nasdem Papua, Mathius Awoitauw
Ketua DPW Partai Nasdem Papua, Mathius Awoitauw

SENTANI, PapuaSatu.com – Dalam pertarungan politik Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Tahun 2020, Partaj Nasiona Demokrat menyatakan komitmen untuk tidak membebani calon yang diusungnya dengan biaya atau mahar.

“Partai ini (Nasdem) bicara tanpa mahar, bukan bicara bahwa dia (kandidat) punya uang,” tegas Ketua DPW Partai Nasdem Papua, Mathius Awoitauw kepada wartawan di Sentani, Selasa (28/7/20).

Dikatakan, banyak partai yang rekomendasinya terhadap calon kepala daerah lama keluar, yang karena perhitungan-perhitungan masalah tersebut.

“Kami tidak. Kami sudah bicara dari pusat sampai bawah, bahwa tidak boleh ada biaya,” tegas Mathius Awoitauw yang juga Bupati Jayapura dua periode tersebut.

Sehingga, para kandidat yang hendak.maju menggunakan Partai Nasdem sebagai perahu politiknya tidak harus beli.

“Itu berarti konsekwensinya, calon ini harus bener-bener orang yang terbaik menurut masyarakat. Supaya kami tidak ada beban,” jelasnya.

Dijelaskan, mahar yang dibebankan kepada kandidat, akan membebani saat sang kandidat terpilih, karena untuk memenuhi mahar tersebut, sang kandidat kadang harus hutang kepada pihak ketiga dengan disertai janji-janji.

“Jadi partai ini (Nasdem) tidak mau kandidat terbebani seperti itu. Kalau bisa, setelah dia terpilih dia benar-benar bekerja untuk rakyat,” jelasnya.

Untuk itu, di masa pencalonan saat ini, Partai Nasdem mensyaratkan sang kandidat untuk melakukan survai.

“Yang jelas arahan dari DPP, calon kepala daerah yang berada di wilayah non noken, wajib melakukan survai,” ungkap Mathius Awoitauw lagi.

Dikatakan, ada sejumlah lembaga survai yang bisa dianggap bagus dan profesional.

“Kita berharap setiap kandidat bisa melihat lembaga-lembaga itu, supaya hasilnya lebih maksimal untuk mendekati fakta yang ada di lapangan,” terangnya.

Karena, lanjutnya, survai tersebut bukan saja untuk menilai kapasitas dari kandidat itu, tapi juga untuk melihat kelemahan-kelemahan atau kekurangan dari kandidat itu sendiri, sehingga bisa dilakukan perbaikan.

Dan hasil survainya juga bisa memberi masukan juga kepada DPW, sebagai data yang akan disandingkan dengan data dari pengurus di tingkat kabupaten kota.

“Kalau lembaga survai melihat kecenderungannya pada salah satu kandidat, itu menjadi pertimbangan kita untuk bagaimana partai mempertimbangkan untuk mengusung,” ujarnya.

Sehingga, untuk memberikan dukungan bukan didasarkan atas suka atau tidak suka ataupun karena nilai uang dari kandidat.

“Tapi kita konsisten dari keputusan partai. Itu saja,” tegasnya.

Sehingga, kalau ada kandidat dari luar partai yang hasil survainya bagus, akan diminta untuk dilakukan survai ulang lagi, guna memastikan bahwa hasilnya konsisten.

“Tapi itu bukan satu-satunya. Kita juga melihat hasil seleksi dari bawah, dari pengurus kabupaten/kota yang  punya data,” terangnya.

Dikatakan, bahwa sudah diberitahukan kepada semua kader, Partai Nasdem bersifat terbuka, karena partai Nasdem bekerja untuk kepentingan daerah, untuk memajukan daerah, bagaimana masyarakat melihat seseorang.[yat]