
JAYAPURA, PapuaSatu.com – Terkait konflik yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, yang menimbulkan korban jiwa satu personil Brimob BKO Polda Papua, aparat kepolisian Pores Yahukimo di-backup aparat penyidik dari Polda Papua menangkap lima orang tersangka.
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengungkapkan, kelima orang yang ditangkap adalah sebagai pemicu aksi anarkis dan pelaku utama.
“Lima orang sudah ditangkap sebagai pemicu dan pelaku penganiayaan, kita akan buktikan terus mereka-mereka yang melakukan perbuatan melawan hokum itu,” ungkapnya saat ditemui wartawan di RM Sendok Garpu, Kotaraja, Kota Jayapura, Sabtu (21/12/19).
Dijelaskan, bahwa kepada setiap orang harus mempertangungjawabkan setiap perbuatannya.
“Bahwa siapa berbuat apa, tetap dia harus bertanggungjawab atas perbuatannya,” tandasnya.
Demikian juga angota Polri yang menegur warga yang buang air kecil di dekat Pos Jaga Mapolres Yahukimo yang dinilai menjadi pemicu aksi-aksi berikutnya.
“Sebaliknya anggota kita yang menjadi pemicu juga kita periksa, kami tindak, kenapa harus membuat teguran yang keras seperti itu,” jelasnya.
Sekedar diketahui, dalam insiden yang diawali dengan rasa tidak terima oleh warga yang ditegur karena buang air kecil di dekat Pos Penjagaan Mapolres Yahukimo pada Rabu (18/12/19), berdampak meluas dan menimbulkan satu personil Brimob Polda Riau BKO Polda Papua bernama Bripka Anumerta Hendra Saut Parulian tewas setelah dianiaya sekelompok warga.
Sementara itu, saat disingung soal penembakan yang diduga oleh aparat POlri dan diberitakan mengakibatkan satu warga meninggal dunia di Yahukimo pada Jumat sore, Kapolda menyatakan belum menerima laporan dari Kapolres Yahukimo tentang kejadiannya.
“Saya belum mendapat laporan, baru sebatas menerima informasi saja,” ungkap Kapolda.
Apakah penembakan tersebut masih ada kaitannya dengan konflik beberapa waktu yang lalu, Kapolda menyatakan belum bisa memastikan.
Untuk situasi di Yahukimo, kata Kapolda, sudah relative aman dan terkendali.
“Yahukimo sudah relatif aman, karena emarin setelah ada sedikit insiden itu, yang mengakibatkan anggota kita meninggal dunia, itu bisa kita tangani, kita kirim beberapa penyidik,” ujarnya.[yat]










