Kunjungi Personil Korban Penganiayaan dan Perampasan Senjata Api, Kapolda Beri Arahan Kepada Personil Polres Nabire

0
307
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs, Paulus waterpau saat memberi arahan kepada personil Polres Nabire
Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs, Paulus waterpau saat memberi arahan kepada personil Polres Nabire

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dalam kesempatan mengunjungi personilnya yang dirawat di RSUD Nabire akibat peristiwa penganiayaan dan perampasan senjata api di Paniai, Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw juga berkesempatan memberikan arahan kepada anggota Polres Nabire, di Ruang Birokrasi Polri (RBP) Polres Nabire, Selasa (19/5/20) pukul 10.00 Wit.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam arahannya lebih terkait pada perkembangan pandemic Covid-19.

“Hasil Evaluasi sesuai data bahwa Kabupaten Nabire menjadi urutan 5 besar terhadap jumlah warga yang terkena Positif Covid 19, namun saya ucapkan terima kasih kepada segenab personil Polres Nabire yang sudah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga jumlah positif dapat berkurang di Kabupaten Nabire,” ujar Kapolda.

Kapolda mengharapkan agar Polres Nabire dapat memetakan setiap daerah merah Covid-19, sehingga bisa menekan masyarakat agar untuk tetap tinggal di rumah, namun harus juga disuplai dengan bantuan bahan makanan, dan paling tidak untuk daerah merah harus semua di rapid test.

“Anggota agar selalu bersinergi antara Polri dan TNI serta instansi terkait didalam menangani Pandemi Covid-19 di Kabupaten Nabire ini. Kalau bisa kita jangan menunggu, kita harus berinisiatif tinggi,” tandas Kapolda.

Anggota harus benar-benar mendatakan setiap pendistribusian Bansos, dan apabila ada permainan agar segera dibuatkan laporan.

“Perkembangan sandang pangan tolong agar selalu diikuti dan dimonitor, karena sudah ada Informasi dari FHO bahwa akan ada kekeringan panjang di bulan Oktober 2020 sehingga akan membuat krisis sandang pangan,” jelas Kapolda.

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho. T. SIK dalam laporanya mengatakan bahwa wilayah hukum Polres Nabire yang membawahi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai, secara umum situasi aman dan terkendali.

“Terkait Pandemi Covid 19 di Kabupaten Nabire dan Dogiyai, berawal dari informasi tentang penyebaran wabah Covid 19 maka sesuai intruksi Bupati Kabupaten Nabire dan kesepakatan bersama mengeluarkan status siaga sehingga bahwa mulai tanggal 26 Maret 2020 sampai Tanggal 10 April 2020 telah diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat yaitu mulai Pukul 08.00 Wit – 17.00 Wit dan penutupan akses udara maupun laut,” ungkap Kapolres dalam laporannya.

Setelah diketahui ada tiga orang positif Covid-19,  sesuai intruksi Bupati bahwa status Siaga Darurat dinaikan menjadi tanggap darurat dari tanggal 10 April hingga saat ini, dan kegiatan masyarakat dibatasi dari pukul 08.00 – 14.00 WIT dan tetap menutup akses udara maupun laut.

Berjalannya Waktu untuk Kabupaten Nabire yang mengalami positif Covid-19 naik hingga 16 orang, namun dengan kerja keras pemerintah dan instasi terkait, baik itu TNI-Polri, sehingga ada penurunan angka positif Covid 19 di Kabupaten Nabire, yang tadinya 16 orang positif hingga saat ini menurun sampai 6 orang positif yang terdiri dari 4 orang positif pasien lama dan 2 orang positif pasien baru.

Terkait bantuan Covid-19, ada bantuan dari pemerintah daerah yang berupa sembako dan ada juga berupa voucer uang yang dikemas di dalam ATM, ada juga bantuan yang datang  dari beberapa organisasi masyarakat maupun kelompok agama yang merasa mampu.[yat]