Lepas Tim ERB 2026 Menuju Lima Daerah 3T, Wagub Aryoko Rumaropen ERB Sangat Berarti

JAYAPURA, PapuaSatu.com  – Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) menuju lima daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di wilayah perairan utara Pulau Papua.

Pelepasan tim ERB yang dilaksanakan di Dermaga Satuan Kapal Patroli (Satrol) Lantamal X Jayapur, Kota Jayapura, Selasa (4/8/26).

Dalam pelepasan tim ERB 2026 juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua, jajaran TNI Angkatan Laut, instansi vertikal, perbankan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Gubernur Provinsi Papua, menyampaikan bahwa Bank Indonesia mengemban amanat penting dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran, khususnya pembayaran tunai, serta memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah NKRI.

Ia menjelaskan bahwa Provinsi Papua memiliki karakteristik kewilayahan yang khas, dengan banyak pulau berpenghuni, terutama di kawasan Biak Numfor, Supiori, dan Yapen, yang masyarakatnya sebagian besar masih mengandalkan transaksi tunai.

Menurutnya, bagi pulau-pulau yang tidak memiliki kantor bank, layanan kas melalui ERB menjadi sangat berarti karena memberikan akses langsung terhadap uang Rupiah yang berkualitas di tempat yang sulit dijangkau.

ERB Papua 2026 dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 10 Agustus 2026 dengan mengunjungi lima pulau di wilayah Provinsi Papua, yaitu Pulau Pai, Owi, Numfor, Bepondi, dan Yapen, menggunakan KRI Matabongsang-873.

Salah satu pulau tujuan, Pulau Bepondi, memiliki makna khusus karena merupakan pulau terluar Indonesia di Samudra Pasifik yang secara maritim berbatasan dengan negara Palau, sehingga kehadiran Rupiah layak edar di pulau tersebut menjadi penegasan kedaulatan Indonesia di garis terdepan.

Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis lainnya akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas dan kedaulatan Rupiah di seluruh wilayah NKRI, khususnya di pulau-pulau Terdepan, Terluar, dan Terpencil.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengedaran Rupiah ke seluruh pelosok NKRI bukan tugas yang mudah, karena terdapat tiga tantangan utama yang dihadapi, yaitu terkait kondisi geografis kepulauan dengan keterbatasan infrastruktur, kondisi iklim tropis yang lembap serta praktik penanganan uang sehari-hari; dan masih terdapat potensi penggunaan mata uang asing di wilayah perbatasan yang dapat mengikis kedaulatan sistem pembayaran nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia tidak dapat mengandalkan jaringan 45 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia semata, melainkan memerlukan sinergi dengan elemen bangsa, salah satunya TNI AL yang memiliki kekuatan armada untuk menjangkau seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Kegiatan ERB hari ini merupakan pelaksanaan  ke-16 dari rencana 23 kegiatan ERB nasional tahun 2026, dan khusus untuk Provinsi Papua merupakan penyelenggaraan ERB yang kelima, sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2022.[yat]