
SENTANI, PapuaSatu.com – Di tengah upaya menyukseskan PON XX Papua2021, muncul kritisi yang dialamatkan kepada para pejabat yang juga kepala daerah beserta unsur pimpinan terkait.
Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua LSM PapuaBangkit, Hengki Yoku, dengan melihat penampilan para pejabat di baliho, pamphlet maupun stiker.
“Agenda Nasional yang berlangsung di Provinsi Papua ini, seolah-olah menjadi pekan olahraga para pejabat,” ungkap Hengki Yoku kepada wartawan di Sentani, Rabu (15/9).
Hal itu, lanjutnya, yang ditampilkan di muka umum melalui baliho, pamphlet maupun stiker di tempat tempat umum didominasi wajah-wajah para pejabat.
“Dalam hal ini ketua panitia, ketua harian, ketua bidang, wakil ketua satu dua dan seterusnya, ketimbang para atlet kita,” sambungnya.
Seharusnya, menurutnya, yang lebih ditampilkan adalah wajah para atlet, supaya masyarakat mengetahui dan bahkan mengenal atlet Papua yang akan didukung untuk mendulang medali di PON XX.
“Karena itu, artinya Pemerintah melibatkan masyarakat dalam PON ini, yang mana secara tidak langsung mereka telah mengikuti perkembangannya,” paparnya.
Menurutnya, kalau sepanjang tahun yang ditampilkan hanya wajah para pejabat saja, maka tentunya masyarakat akan merasa tersisih, yang mana mereka tidak merasakan bagian dari penggelaran PON, melainkan hal ini merupakan hiruk pikuk eforia para pejabat.
Bahkan, katanya, penampilan pejabat di muka umum dalam bentuk gambar mengesankan curi start untuk Tahun 2024 mendatang.
“Ini sebenarnya kalian sudah berkampanye untuk 2024. Ini sebenarnya penghianatan terhadap para pejuang (atlet) PON itu sendiri,” tandasnya.
Hengki Yoku pun mengkhawatirkan ha itu berdampak nasib para atlet setelah pengelaran PON.
“Yang mana dampaknya juga akan bermuara pada venue-venue yang dibangun megah ini. Yakni venue ini kemungkinan tidak terawat dengan baik, karena tidak adanya perhatian bagi para atlet,” ujarnya.[yat]










