MAMA Papua : Kami Lahirkan Anak Kami Bukan Monyet, Saya Capek dan Saya Lawan Mereka

0
11417
Aksi demo damai yang dilakukan masyarakat Papua di Taman Imbi Jayapura
Aksi demo damai yang dilakukan masyarakat Papua di Taman Imbi Jayapura

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Aksi demo damai yang dilakukan masyarakat di tanah Papua menuju Kantor DPR Papua, Senin (19/08/2019).

Massa mengecam sikap represif oknum aparat dan oknum ormas di Kota Surabaya yang mengeluarkan kata-kata bernada rasial, dengan kalimat ‘Monyet.

Sikap yang tidak terima masyarakat yang ada di tanah Papua mereka meminta pertanggungjawaban atas pernyataan yang disampaikan oleh oknum aparat dan ormas di Kota Surabaya tersebut.

Pantauan di lapangan, massa berkumpul di Waena, Lingkaran Abepura,  Kotaraja dan Taman Imbi melakukan long march menuju Kantor Gubernur Papua untuk menyampaikan aspirasi rakyat atas ucapan berbau rasial di Kota Surabaya.

Salah satu mama-mama Papua, Yosepina Pigai dalam aspirasi yang disampaikan di Taman Imbi Jayapura menyatakan, dirinya selaku perempuan Papua tidak pernah melahirkan anak Monyet atau kera atau babi ataupun binatang.

“Saya suku yang dipilih Tuhan yang Maha kuasa. Saya tidak setuju kalau di Kota Surabaya menyebut anak-anak saya adalah Monyet. Kenapa kamu maki anak-anak saya di Surabaya sana kenapa?,” teriak mama Yosepina disambut teriak pada demonstrasi, lawan-lawan.

Mama Yosepina menyatakan, Bangsa Papua adalah bangsa yang dipilih Tuhan sama seperti manusia yang ada di pulau jawab bukan dilahirkan seorang monyet atau sejeni binatang.

“Kami tidak mau dikatakan Bangsa Papua adalah monyet atau binatang, anjing dan Babi. Saya kawin manusia seperti kalian di sana, dan hidup negeri ini. Anak-ana saya di caci maki, di babak belur, dan dibunuh. Saya tidak mau seperti itu. Saya sudah capek dan saya lawan mereka. Kami ciptaan tuhan saya rukun melenasia,” tegasnya.

Ia menaskan, jika perlakukan ini terus dilakuklan kepada masyarakat Papua yang ada di pulau Jawa sana, maka Bangsa Papua akan melawan. “Biarkan kami hidup sendiri karena kami sudah capek, sehingga kami harus lawan,” pungkasnya.

Sementara perwakilan Mahasiswa UNCEN Starckly menegaskan, Bangsa Papua tidak pernah memberikan perbedaan diatas negeri sendiri, tidak pernah ada rasis di negeri ini, tetapi mereka yang membuat rasis terhadap rakyat Papua di pulau Jawa sana.

“Kita harus bersatu untuk melawan, mereka memiskinakan kita di atas negeri,  hari ini mereka melakukan rasis terhadapa masyarakat kita, kita merasa terhina, kita bersatu, tidak ada yang  membedakan kita, baik dari pegunungan pesisir, rawa. Kita adalah Papua. Kita bersatu lawan,” katanya.

Perbedaan dilakukan oleh mereka sendiri, sehingga Papua saat ini sudah harus membuat rasis. “Saya minta kepada seluruh masyarakat Papua boikot perekonomian untuk non Papua. Kita harus beli pinang kepada rakyat kita, kita jangan menguntungkan mereka lagi,” tukasnya.

“Kita harus bikin perbedaan karena itu yang mereka inginkan itu kepada kita semua, kita menghentikan ekonomi di tanah ini, jangan lagi menguntungkan mereka diatas negeri kita sendiri,” pungkasnya. [wen/loy]