Masih Tahap Asimilasi Dari Lapas Narkotika, Bandar Besar Ketangkap Edarkan Sabu Lagi

0
89
Dua residivis bandar narkotika jenis shabu yang kembali diringkus aparat BNN Papua
Dua residivis bandar narkotika jenis shabu yang kembali diringkus aparat BNN Papua

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dua orang residivis kasus Narkotika di Kota Jayapura kembali ditangkap aparat, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua.

Keduanya masing-masing berinisia ZA, yang baru bebas setelah menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, dan satu lagi berinisial FZ, yang belum bebas penuh, yakni masih menjalani masa asimilasi dari Lapas yang sama.

Kepala BNN Papua, Brigjen Pol. Jacson Lapalonga mengungkapkan, keduanya adalah bandar narkoba, yang untuk wilayah Papua masuk sebagai bandar besar, karena jumlah narkotika jenis shabu yang diedarkannya diatas 200 gram.

“Keduanya kami tangkap di tempat berbeda dalam dua hari, yaitu tanggal 29 dan 30 Juni 2020,” ungkapnya kepada wartawan di kantornya, Jumat (10/7/20).

Penangkapan keduanya, setelah pihak BNN melakukan penyelidikan dan memdapati ada dua pengedar narkotika yang aktif di Kota Jayapura.

“ZA kami ketahui tiga kali keluar masuk penjara sejak tahun 2014. Dia Bulan Maret 2010 keluar dari Lapas Nrkotika Doyo Baru dan bermain (mengedarkan narkotika) lagi,” ungkapnya lagi.

Kepala BNN Papua, Brigjen Pol. Jackson Lapalonga didampingi Kabid Brantas BNN Papua, AKBP Safei Abe saat memberi keterangan pers di kantornya, Jumat (10/7/20)

Dari hasil penggeledahan di rumah ZA di Abepura, pihak BNNP mendapati barang bukti shabu seberat 137 gram, yang dalam kondisi sudah tidak utuh, karena sebagian sudah terjual.

“Kami perkirakan, shabu yang masuk ke Papua melalui ZA sekitar 2 ons (200 gram) bahkan mungkin lebih,” tandasnya.

Barang bukti tersebut masuk melalui jasa pengiriman barang dari Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk tersangka Fz alias FS, juga sudah tiga kali keluar masuk penjara, ditangkap di rumahnya di Waena, dengan barang bukti 10 gram, yang juga sisa, karena sebagian telah diedarkan.

Dikatakan barang bukti tersebut sisa dari yang sudah diedarkan, karena kedua tersangka telah menyimpannya selama sekitar satu minggu setelah kiriman diterima.

“Dari hasil penyelidikan, para tersangka ini bisa mengedarkan hingga habis hanya dalam waktu dua minggu untuk shabu seberat 200 gram dan bahkan bisa lebih,” jelasnya.[yat]