Masyarakat Kota Jayapura Dilarang Menjual dan Makan Pinang di Area Pasar

0
1038
Kepala Dinas Perindakop dan UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, ST, MT
Kepala Dinas Perindakop dan UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, ST, MT

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM (Perindakop) Kota Jayapura telah mengeluarkan surat edaran kepada para pengunjung dan pedagang di Pasar Regional Youtefa tentang pelarangan yakni pelarangan berjualan pinang ojek dan pelarangan makan pinang.

Kepala Dinas Perindakop dan UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi, ST, MT mengatakan surat larangan tersebut dilayangkan karena selama 2 tahun belakangan ini pihaknya selalu melakukan pengecetan dan pembersihan di pasar-pasar yang berada di Kota Jayapura tetapi ludah pinang masih terus berserakan sembarangan.

“Contoh nyatanya, sudah 2 minggu kami melakukan pengecatan di Pasar Hamadi, kemarin baru selesai, hari ini sudah ada ludah pinang. Ini merugikan kami dan membuat pasar sendiri jadi kotor,” katanya saat ditemui awak media diruang kerjanya, Jum’at (19/7/2019).

Dilanjutkan, pasar yang seharusnya jadi tempat bersih untuk berjualan dan masyarakat berbelanja malah menjadi kotor dan sarang penyakit.

“Ludah itu kan jorok, ada banyak virus salah satunya TB sehingga pasar yang harusnya bersih malah penuh tumpukan ludah pinang yang menimbulkan penyakit baru dan dapat membahayakan seluruh warga masyarakat yang berada di pasar tersebut,” lanjutnya.

Ia dan pihaknya juga sudah pernah berupaya untuk menyediakan tempat ludah pinang tetapi hal tersebut tidak mempan. “Kami sudah pernah siapkan. Tempat ludah pinang tidak dipakai, malah dicuri, pasirnya dibuang. Meludah tetap sembarangan,” ujarnnya.

Namun ia mempertegas, surat edaran itu hanya diberlakukan di pasar-pasar di Kota Jayapura. “Surat edaran ini untuk para pedagang dan pengunjung pasar. Kalau orang mau jual pinang ojek (pinang yang dijual tumpukan lengkap dengan sirih dan kapur) silahkan jual ditempat lain, jangan dijual di pasar,” tegasnya.

“Begitupun juga dengan masyarakat yang ingin memakan pinang, boleh memakan pinang, tapi tidak boleh makan di area pasar,” tegasnya lagi.

Ia berharap, dengan adanya surat edaran pelarangan tersebut, kedepannya pasar-pasar di Kota Jayapura bisa bebas dari stigma masyarakat yakni pasar yang kumuh dan kotor. [ayu]