Masyarakat Yalimo Tolak PSU Jilid II, Erdi Dabi-Jhon Wilil Harus Dilantik

Caption : Perwakilan Masyarakat Awam Kabupaten Yalimo, Lakion Elakombo (kanan), Yosafat wandik perwakilan Milenial Kabupaten Yalimo (Kiri) saat memberikan keterangan pers di kabupaten Yalimo baru baru ini
Caption : Perwakilan Masyarakat Awam Kabupaten Yalimo, Lakion Elakombo (kanan), Yosafat wandik perwakilan Milenial Kabupaten Yalimo (Kiri) saat memberikan keterangan pers di kabupaten Yalimo baru baru ini

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Seluruh masyarakat kabupaten Yalimo-Papua menolak keras adanya pemungutan suara (PSU) jilid II yang akan dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Yalimo.

Penolakkan tersebut menyusul adanya pembukaan pendaftaran dari KPU Kabupaten Yalimo yang berlangsung pada tanggal 9-11 Desember 2021 dan pelaksanaan pemilihan dijadwakan pada 26 Januari Tahun 2022.

Perwakilan Masyarakat Awam Kabupaten Yalimo, Lakion Elakombo menegaskan, pemilihan Jilid II kali ini tidak terima karena sejak pemilihan umum pada tanggal 9 Desember 2020 dan PSU Jilid I, Erdi Dabi S.Sos-Jhon tetap memenangkan pemilihan di Kabupaten Yalimo.

Bahkan dari hasil pemilihan itu, KPU yang disaksikan seluruh Muspida dan para calonkan menetapan pasangan nomor Ururt 1 Erdi Dabi-Jhon Wilil sebagai Bupati dan wakil bupati terpilih.

“Kalau sudah di ditetapkan kenapa ada lagi PSU Jilid II. Kami menolak keras dan tidak boleh ada pemiliha lagi kabupaten Yalimo. Kami minta pasangan Erdi Dabi-Jhon yang sudah ditetapkan segera di lantik,” tegas Lakion.

Lakion menjelaskan, pemenang pertama pad apemilihan pada tanggal 9 Desember 2020 adalah pasangan nomor ururt 1 Erd Dabi-Jhon WIlil lalu di gugat sehingga ada PSU dan setelah di lakukan PSU, pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil tetap memenangkan PSU.

Kemudian hasil ditetapkan KPU dan ketika diserahkan ke DPRD untuk disahkan tiba-tiba pasangan lawan Lakiyus Peyon-Nahun Mabel meminta untuk di sahkan karena mau digugat ke MK.

Setelah dilakukan gugatan ke MK ternyata pasangan Lakiyus Peyon-Nahun Mabel tidak mempersoalkan sengketa pilkada, tapi masalah pidana lain yang dilakukan secara person oleh Erdi Dabi sehingga diskualifikasi.

“Gugatan yang dilakukan oleh Lakiyus Peyon-Nahun Mabel tidak berdasarkan pelanggaran sengeketa suara, maupun pelanggaran tertentu tapi yang digugat masalah pidana. Ini tidak ada kaitannya dengan masalah sengketa pilkada,” tukasnya

Masalah pidana, Lanjut Lakion sudah diselesaikan secara adat dan sudah diselesaikan secara hukum. “Jadi masalah apa sehingga MK menerima gugatan dari pasangan Lakiyus Peyon-Nahun Mabel lalu mengkualifikasi pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil. Secara tegas kami masyarakat yalimo menolah untuk dilakukan Jilid II,” pungkasnya.

Yosafat wandik yang merupakan perwakilan dari milineal wilayah Kabupaten Yalimo menyatakan sikap menola adanya tahapan pemilihan yang sudah ditetapkan KPU pada Januari 2022 mendatang. “MK harus mengakui kemenangan Erdi Dabi-Jhon Wilil selama dua kali pemilihan di Kabupaten Yalimo,” tukasnya.

Yosafat wandik meminta kepada MK dan kepada KPU tidak membuat kegaduhan di Kabupaten Yalimo karena nanti akan berhadap dengan masyarakat. “MK harus menghargai keputusan yang ditetapkan KPU terhadap penetapan pasangan Erdi-Dabi-Jhon Wilil sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” tukasny.

Oleh karena itu, masyarakat tidak mengharapkan adanya pemilihan ulang di Kabupaten Yalimo. Karena apa yang sudah di putuskan dan ditetapkan pada sidang pleno KPUD Kabupaten Yalimo harus dilaksanakan.

Ketua KPU Yalimo, Yehemia Walianggen,S.S
Ketua KPU Yalimo, Yehemia Walianggen,S.S

Sebelumnya, Ketua KPU Yalimo, Yehemia Walianggen,S.S menyebutkan, bahwa KPU menindaklanjuti apa yang menjadi amar putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski Yehemia mengakui bahwa terkait waktu pemungutan suara sudah lewat amar putusan MK namun KPU sudah mendapat arahan dari KPU pusat bahwa PSU tetap dilakukan.

Oleh karena itu, KPUD Kabupaten Yalimo merencanakan PSU akan dilaksanakan pada 26 Januari 2022. “Hari ini (Tanggal 11 Desember 2021-red) bakal calon sudah ada yang mendaftar yakni, pasangan Nahun-Jhon WIlil. Berkas sudah lengkap dan nanti akan masuk dalam sistim pencalonan,” tukasnya. [redaksi]