Membangun Karakter Sejak Dini, Satgas Yonif Raider 303/SSM Kenalkan Tradisi Budaya Pencak Silat Di Beoga

78

PUNCAK, PapuaSatu.com – Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada warga, Satgas Yonif Raider 303/SSM Kostrad memberikan pengenalan Tradisi Budaya Bela diri Pencak silat kepada anak-anak masyarakat Kampung Dangbet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (11/12/2022).

Disampaikan Dansatgas Satuan Organik Yonif R 303/SSM Letkol INF Slamet Faojan, M. Han., dalam keterangannya di Komando Taktis (Kotis) Ilaga kabupaten Puncak Papua bahwa kegiatan Pemberian dan pengenalan Bela diri Pencak Silat merupakan wujud kepedulian untuk membangun karakter nilai Juang dari sejak dini kepada anak anak dan merupakan sarana pendekatan TNI kepada rakyat sebagai Program membangun memajukan anak- anak dan wawasan terhadap nilai nilai yang terkandung pada Budaya Pencak Silat.

“Dalam situasi saat ini personel Satgas TNI harus berbuat kreatif dan peduli kepada saudara-saudara kita. Oleh karenanya, mari sama-sama membangun karakter anak- anak sejak dini semampu kita.”

Mudahan-mudahan dengan adanya pengenalan budaya tersebut menjadikan anak kita dan pemuda papua menjadi pribadi yang bagus dan kuat. Serta menjadi insan yang sehat, cerdas dan dapat memajukan Papua di kehidupan mendatang,” ungkap Dansatgas.

Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Dangbet Satgas Yonif R 303/SSM, Lettu Inf Adi Nugrtoho,S.Tr.Han menambahkan pengenalan budaya Pencak Silat merupakan pondasi dan dasar karakter yang bisa diberikan kepada anak-anak dalam nilai nilai kedisplinan maupun kejuangan sebagai wujud kepedulian Pos terhadap masa depan anak dan pemuda Kampung Dambet yang bertujuan sebagai wawasan dan ilmu bekal dimasa depan.

“Antusiasme dari masyarakat Dangbet sangatlah bagus dengan menghadirkan anak-anak dan pemuda dan menerima setiap arahan dari Pelatih Bela diri Pencak Silat,” jelasnya.

“Mayoritas anak-anak disini hidup dalam keterbatasan ilmu dan wawasan tentang wawasan kebudayaan yang ada di Indonesia karena keterbatasan Sekolah ataupun media informasi yang menjadikan minimnya Ilmu yang didapatkan oleh anak-anak. Ditambahkan dengan ada pembakaran sekolah yang mengurung siswa siswi untuk dapat ilmu pengetahuan dan terpaksa berhenti sekolah karena tenaga pendidik sudah tidak ada. Kelayakan sarana pendidikan yang jauh di bawah standar nasional tidak seperti hal nya pendidikan di daerah lain atau kota,” tambah Danpos Lettu Inf Adi.

Seperti diungkapkan Bapak Jerianus Murib (30) sebagai tokoh masyarakat mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada personel Satgas Yonif Raider 303/SSM Pos Satgas Dangbet yang sudah  memperhatikan anak-anak generasi muda dengan mengenakan Budaya Bela diri Pencak silat meningkatkan kesehatan jasmani dan menumbuhkan karakter anak-anak sejak usia muda.

“Terima kasih Bapak TNI dan Bapak petugas Pos Dangbet, Puji Tuhan kami doakan seluruh anggota Satgas lancar dalam melaksanakan tugas demi mengamankan bangsa Indonesia pada umumnya dan Kampung kami pada khususnya,” pungkas Bapak Jerianus Murib.[redaksi]