Mendorong Wirausaha Muda Papua, Pj Gubernur PB Akan Laksanakan Program ‘Talk to Talk’

86
Ketua tim kerja program Talk to Talk, Micele Kurisu (kemeja) bersama Koordinator Pasar Sanggeng Manokwari//free
Ketua tim kerja program Talk to Talk, Micele Kurisu (kemeja) bersama Koordinator Pasar Sanggeng Manokwari//free

MANOKWARI, PapuaSatu.com – Dalam rangka pengembangan Bakat Entrepreneur Muda Papua, Pj Gubernur Provinsi Papua Barat Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Paulus Waterpauw akan melaksanakan program Talk to Talk pada tanggal 8 Agustus 2022.

Micele Kurisu, Ketua Tim Kerja Program Talk to Talk menjelaskan, bahwa Talk to Talk merupakan program kerjasama antara Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw dengan sektor terkait dalam hal ini DP3A, DPMK, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perindag.

Talk to Talk didirikan bertujuan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya Wirausaha Muda Papua, yang diharapkan dapat merubah pola pikir anak Muda Papua menjadi wirausaha.

Kali ini Talk to Talk mengusulkan kegiatan seri ‘Pengembangan bakat wirausaha Muda (Berani Mencoba Bisnis Cabe tanpa takut gagal), untuk membekali anak muda Papua agar tertarik menjadi pelaku usaha yang memiliki kemampuan guna menjalankan kegiatan usahanya dengan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif.

Seri pengembangan bakat wirausaha muda ini, mentargetkan untuk melatih 300 anak muda asli Papua agar memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam kegiatan ekonomi dengan menjadi wirausaha baru dalam skala usaha kecil dan menengah.

Pasalnya, hingga saat ini mayoritas pelaku usaha di Papua dan Papua Barat berasal dari pendatang yang berasal dari luar Papua.

Masih sangat terbatas anak muda asli Papua menjadi pelaku usaha yang menonjol, dan umumnya usaha yang digeluti anak muda asli Papua sebagian besar usaha yang berkaitan dengan pemerintahan baik sebagai kontraktor maupun sebagai supplier.

Kegiatan usaha yang berbasis pada pasar dan pertanian sangat jarang digeluti oleh anak muda asli Papua kecuali usaha skala mikro yang dilakukan oleh Mama-mama dengan berjualan siring pinang, sayuran dan buah – buahan.

“Sudah saatnya anak muda Asli Papua mengambil peran, dalam memanfaatkan peluang usaha yang makin berkembang di tanah Papua karena pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,”ujar Ketua Tim Kerja Talk to Talk saat berkunjung ke Pasar Sanggeng Manokwari, Jumat (05/08/2022).

Menurutnya, anak muda asli Papua harus di dorong untuk bisa melihat peluang usaha dan mengambil kesempatan usaha yang ada, baik dalam skala yang tidak lagi mikro tetapi skala kecil dan menengah.

Untuk itu, lanjut dia, harus ada upaya khusus yang membantu Anak Muda Asli Papua untuk dapat melihat peluang, menganalisis peluang, dan merealisasi peluang menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Tujuannya untuk merubah pola pikir Anak Muda Papua menjadi Wirausaha Muda Papua agar mampu tumbuh dan berkembang menjadi Pelaku Wirausaha yang mampu bersaing dipasar,”sebutnya.

Dia menambahkan, kegiatan utamanya adalah pelatihan kewirausahaan bagi anak muda Papua dengan materi yang mencakum hal-hal sebagai berikut, yakni motivasi dan mental kewirausahaan (entrepreneurship), melihat peluang menjadi Petani Cabe, dan pengelolaan keuangan.

Setelah pelatihan, lanjut dia, peserta akan ada praktek menanam Cabe yang benar sampai masa panen.

Tak hanya itu, setiap peserta akan mengikuti 2 tahap pelatihan yaitu motivasi dan mental Kewirausahaan, melihat peluang usaha menjadi Petani Cabe (Manajemen Usaha dan Pengelolaan modal usaha atau keuangan)

Perlu diketahui, pelatih utama akan mengambil trainer dengan kualifikasi Nasional baik, yang ada di Papua maupun berasal dari luar Papua dengan didampingi Asisten Pelatih asli Papua.

Dengan pendekatan ini, maka akan terjadi proses transfer pengetahuan dan keahlian sehingga untuk tahun-tahun selanjutnya peranan pelatih dari Papua akan makin besar.

Tenaga pelatih yang akan tersebut dari Nasional trainer (Bank Indonesia), Olvah Alhamid – Motivator, Suzette Hattingh – International Trainer, William Heinrich – Ketua HIPMI.

Peserta yang akan diikut dalam kegiatan tersebut adalah Orang Asli Papua berusia 17 – 30 tahun, Pendidikan mininal SLTA, dan Pemuda Sanggeng.

Total peserta pelatihan 300 orang anak muda Asli Papua, yang akan ikut seri pelatihan Kewirusahaan.

Sementara Imenus Wanggai, koordinator Pasar Sanggeng Manokwari menyatakan siap mendukung kegiatan pengembangan wirausaha muda asli Papua.

“Kami siap dukung kegiatan program Talk to Talk yang akan dilaksanakan Pj Gubernur Papua Barat pada tanggal 8 Agustus 2022, di Pasar Manokwari,”tutup Wanggai.[free]