Menhan RI Akan Dinobatkan Sebagai Bapak Bela Negara Indonesia dan Anak Adat Kampung Babrongko

0
1479
Ramses Ohee saat berpose bersama Menhan RI Ryamizard Ryacudu

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Menteri Pertahanan RI, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu akan berkunjung ke Kampung Babrongko (Amin Yauw), Distrik Ebungfau, Kabupaten Jayapura, Rabu (18/9/2019) esok.

Dalam kunjungannya nanti, Jenderal Ryamizard akan diberikan dua gelar sekaligus yakni gelar sebagai ‘Bapak Bela Negara Indonesia’ dan anak adat dari kampung Babrongko.

Yo Ondofolo Babrongko-Umandrouw, Ramses Wally, SH mengatakan penobatan tersebut sangat pantas diberikan dan diterima oleh Jenderal (Purn) Ryamizard.

“Diberikan karena selama menjabat jadi Menteri Pertahanan Keamanan, beliau telah mengkaderkan lebih dari seribu orang sebagai kader Bela Negara di seluruh Indonesia. Maka kita harus beri dukungan salah satunya menobatkan beliau sebagai Bapak Bela Negara,” katanya kepada wartawan di sebuah Caffe di Waena-Jayapura, Senin (16/9/2019) siang.

Ramses membeberkan alasan mengapa Jenderal Ryamizard akan dinobatkan di Kampung Babrongko.

“Alasannya karena pada umumnya untuk masyarakat Tabi, bicara tentang bela negara bukan hal yang baru. Bagi kami, itu adalah nilai-nilai leluhur yang telah diturunkan dari moyang,” bebernya.

Maka, ia lanjutkan, setiap kampung membutuhkan anak laki-laki untuk membela wilayah atau kampung mereka untuk pertahankan identitas, wibawa serta harga diri kampung.

“Nilai-nilai ini sudah tertanam dan kami coba untuk mentransfer pada bangsa Indonesia. Hal tersebut tidak boleh diharap dari luar tetapi dari diri kita sendiri dengan nilai-nilai leluhur, itu yang mau kita terapkan. Bila tidak menanamkan pengertian bela negara, maka serangan dari luar mudah masuk seperti terprovokasi dan hoax akibatnya gampang menjadi konflik,” lanjutnya.

Selain dinobatkan sebagai bapak Bela Negara, Jenderal Ryamizard juga akan dinobatkan sebagai anak adat dari Kampung Babrongko.

“Akan ada penobatan resmi sebagai anak adat. Maka saya minta, tidak perlu ada hinaan dari kampung lain atau dari daerah lain akan apa yg dilakukan. Ini hak warga kampung Babrongko, jangan ada yang menggugat sebab itu adalah hak warisan kami di kampung Babrongko,” tukasnya.[ayu]