Menjadi Faktor Tingginya Kematian, MRP Imbau Warga Papua Tinggalkan Miras dan Narkoba

0
120
Sejumlah narasumber yang tampail pada dialog hearing bersama pemerintah, kepolisian, masyarakat dan organisasi pemuda dalam rangka pemberantasan minuman keras dan narkoba di Kabupaten Jayapura, Sentani (7/8/20)
Sejumlah narasumber yang tampail pada dialog hearing bersama pemerintah, kepolisian, masyarakat dan organisasi pemuda dalam rangka pemberantasan minuman keras dan narkoba di Kabupaten Jayapura, Sentani (7/8/20)

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Minuman Keras (Miras dan Narkoba menjadi salah satu factor tingginya kematian orang di Pappua, bila dibandingkan dengan angka kelahiran.

Hal itu diungkapkan Ketua Pokja Adat MRP, Demas Tokoro, saat ditemui PapuaSatu.com di Sentani (7/8/20).

Sehingga pihaknya berupaya memberi kesadaran kepada pemuda-pemudi di Papua untuk stop mengkonsumsi minuman beralkohol dan Narkoba.

“Karena dua hal ini menjadi ancaman bagi Orang Asli Papua,” tegasnya.

Ditanya tentang Perda Provinsi Papua No. 9 Tahun 2014 yang telah dibuat terkait larangan penjualan Miras di Papua, Demas Tokoro mengungkapkan, bahwa Perda tersebut terkesan lemah.

“Ini sepertinya pembiaran. Karena sebuah undang-undang itu harus dilaksanakan atau diimplementasikan. Mungkin karena tidak ada sosialisasi, terus tidak ada pikiran-pikiran dari masyarakat, akhirnya perda ini lemah,” ujarnya.

Dikatakan, yang melaksanakan Perda itu adalah harus dari untuk pemerintah terlebih dahulu.

“Jangan harap masyarakat laksanakan dulu, tapi kita pemerintah dulu,” tegasnya lagi.

Pemerintah dimaksud, kata Demas Tokoro, juga termasuk para anggota dewan, kepolisian, dan lembaga-lembaga lain, termasuk MRP.

Dan sebagai salah satu upaya penyadaran akan bahaya Miras dan Narkoba Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) menggelar rapat kerja bersama pemerintah, kepolisian, masyarakat dan organisasi pemuda dalam rangka pemberantasan minuman keras dan narkoba di Kabupaten Jayapura, Sentani (7/8/20).

Rapar kerja yang diikuti ratusan masyarakat Kabupaten/Kota Jayapura, dan tokoh-tokoh se-Tanah Tabi, bertujuan untuk menyelamatkan orang asli Papua dari Miras dan Narkoba.

“Ini memang sudah masuk dalam program MRP, yang mana ada dua agenda besar MRP, yaitu penyelamatan Manusia Papua dan Tanah Papua.,” jelasnya.[yat]