Meski Trauma, Para Dokter Nusantara Sehat Tak Ingin Tinggalkan Kabupaten Lanny Jaya Lagi

0
54
Caption : Tim Nusantara Sehat saat foto bersama para dokter di RSJD Abepura
Caption : Tim Nusantara Sehat saat foto bersama para dokter di RSJD Abepura

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Meskipun mengalami trauma akibat kerusuhan yang terjadi tepat tanggal 23 September lalu di Wamena, para dokter dari Nusantara Sehat tak ingin meninggalkan kabupaten Lanny Jaya.

“Ada isu mau dipindah tugaskan, kami malah sedih. Kami sudah jatuh hati berbaur dengan masyarakat disana, kami ingin berbakti dan menyelesaikan tugas kami disana sebagai tenaga medis,” ucap Kornalia Tlonaen, S.Kep Ns salah satu dokter Nusantara Sehat yang bertugas di puskemas Gamelia Poga Kab.Lanny Jaya, Jum’at (11/10/2019).

Kornalia menjelaskan, saat kerusuhan tersebut, ia dan beberapa rekan-rekannya sempat dijadikan jaminan oleh beberapa warga setempat di Wamena. “Kami saat itu dari Lanny Jaya ke Wamena untuk berbelanja bahan makanan. Hal itu memang rutin kami lakukan. Usai kami belanja, kami hendak balik ke Lanny Jaya namun situasi memburuk dan jalan ditutup,” jelasnya.

Lalu, kepala Puskesmas memberi arahan agar kembali ke Wamena saja untuk mengamankan diri. Ditengah perjalanan kembali ke Wamena, Kornalia dan rekan-rekannya dihadang dan dibawah kerumah warga.

“Kami dirumah warga dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam. Diselang waktu tersebut, tepat pukul 3 sore, ada warga yang masuk kerumah itu dan katakan kami akan dibebaskan jika masyarakat mereka juga dbebaskan oleh TNI/Polri,” jelasnya lagi.

Sontak, Kornalia dan rekan-rekannya kaget mendengar hal itu. Sejam kemudian, seorang warga masuk lagi dan mengatakan hal yang sama. Tepat pukul 7 malam, Kornalia beserta rekam-rekannya diminta naik ke truk tanpa membawa baham makanan yang dibelanjakan tadi.

“Kami diminta naik dan hanya mengenakam ransel dalam keadaan wajah tertunduk. Kami diantar sekitar 200-300 meter. Ternyata kami diantar ketempat negosiasi warga dengan sejumlah TNI/Polri. Kami dijemput disana dan ditukar dengan sejumlah masyarakat yang juga ditahan oleh TNI/Polri pada saat itu,” terangnya.

Ia dan rekan-rekannya bersyukur, meski sempat dijadikan jaminan namun mereka tak diapa-apakan dan selamat. “Ya, dan kami juga bersyukur sekali karena dari Dinas Kesehatan Provinsi memperhatika kami terlebih lagi saat ini kami sedang dalam masa pemulihan traumatik,” ujarnya.

Kornalia mengaku masih terus ingin kembali ke Kabupaten Lanny Jaya untuk mengemban tugasnya sebagai seorang dokter karena pengalaman yang sangat luar biasa telah ia dapati selama bertugas disana. [ayu]