MRP Pokja Agama Gelar RDP, Masyarakat Perbatasan Kompak Minta Stop Miras dan Narkoba

0
237

JAYAPURA-PapuaSatu.com– Masyarakat  Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom yang mendiami wilayah perbatasan RI-PNG mengapresiasi  Rapat  Dengar Pendapat (RDP) tentang pencegahan Miras dan Narkoba yang digelar Majelis  Rakyat Papua melalui  Pokja Agama di Aula Distrik Muara Tami, Kamis (20/2).

Pasalnya, daerah perbatasan merupakan  pintu masuk  peredaran Narkoba dari Negara tetangga PNG ke Kota Jayapura maupun Kabupaten Keerom.

RDP yang dipimpin langsung Ketua MRP Pokja Agama, Yoel Luiz Mulait, SH ini menghadirkan sejumlah nara sumber,dari Pemkot Jayapura, Polresta Jayapura, Polres Keerom,Badan Perbatasan,BNN Provinsi Papua, dan Satgas.

Sedangkan pesertanya dari berbagai komponen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, mahasiswa dan pelajar.

Terungkap dalam RDP itu pada umumnya  masyarakat yang ada,menghendaki agar peredaran Miras dan narkoba distop sama sekali. Sebab, baik Miras maupun Narkoba kini sudah sangat meresahkan, ibarat penyakit yang sudah sangat koronis butuh penanganan serius dari semua pihak.

Miras dan Narkoba sebagai trigger (pemicu)  terjadinya kejahatan dan kecelakaan lalulintas , umumnya di Papua,khususnya Kota Jayapura sebagai ibu kota provinsi.

Sebagaimana data disampaikan Wakapolresta Jayapura Kompol Heru Hidayanto, S.Sos mewakili Kapolresta.  Ia menyebutkan kecelakaan lalulintas  akibatkan Miras tahun 2018 sebanyak 101 kasus  meninggal dunia 20 orang,luka berat 78,luka ringan 81 orang  kerugian material Rp. 679.500.000,-

Kasus ini meningkat di tahun 2019 kasus lakalantas menjadi 148, korban meninggal dunia 32 orang, luka berat 101  dan luka ringan 162 total kerugian Rp. 1.631.500.000.

Lebih ironis lagi baru-baru di Kebupaten Keerom ditemukan ladang  ganja seluas 1 ha. Ini menunjukkan  di wilayah perbatasan RI-PNG  tidak sekedar hanya pintu masuk, tetapi sudah jadi tempat memproduksi atau sumbernya.

Sementara itu Ketua Pokja Agama,Yoel Luiz Mulait, SH mengatakan, alasan pihaknya melakukan RDP  pencegahan Miras dan Narkoba di Muara Tami  karena disinyalir Narkoba lebih banyak lewat dari batas, sehingga perlu  ke locusnya untuk mendengar langsung  aspirasi dari masyarakat setempat. “Dan respon masyarakat pada umumnya minta peredaran Miras dan Narkoba dihentikan sama sekali, jangan karena alasan PAD lalu dibiarkan, tetapi dampaknya  banyak membunuh rakyat, ”katanya kepada wartawan.

Dikatakan, follow up tindak lanjut dari RDP ini  akan menghasilkan sejumlah rekomendari kepada walikota Jayapura dan Bupati Keerom untuk ditindaklanjuti sesuai aspirasi  masyarakat,bahwa Miras dan Narkoba ini sudah sangat kronis. Bahkan di Keerom sendiri telah ditemukan ladang  ganja,yang tentu merupakan ancaman besar bagi generasi Papua.

“Disamping itu, kami  MRP Pokja Agama akan bertemu langsung  Walikota dan Bupati Keerom untuk menyampaikan aspirasi rakyat ini  sebagai upaya kita cari solusi bersama dalam  mencegah peredaran Miras dan narkoba di Kota Jayapura dan Keerom,”katanya. [sony]