MUI Papua Menolak Seruan Jihad Ke Papua

0
6417
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH. Syaiful Islam Alpayage
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH. Syaiful Islam Alpayage

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH. Syaiful Islam Alpayage menolak seruan yang beredar di media sosial yakni mengajak umat muslim untuk melakukan Jihad ke Papua.

“Kejadian yang terjadi kemarin itu bukan kejadian antar agama tetapi murni kerusuhan yang tidak diinginkan. Sehingga saya menghimbau kepada umat muslim di tanah Papua maupun yang diluar Papua agar lebih menahan diri dan serahkan hal ini kepada pihak yang berwenang. Jihad yang sebenarnya yaitu lewat doa, doakan kami agar putera/puteri bangsa Indonesia di Papua ini bangkit dari situasi ini dan dapat pererat persaudaraan,” ucapnya, Jum’at (4/10/2019).

Kiyai Haji Alpayage juga meminta dengam tegas agar seluruh umat muslim untuk tidak terprovokasi terhadap seruan tersebut. “Masyarakat jangan termakan informasi hoaks. Situasi di Papua sudah semakin kondusif. Apabila ada kelompok yang memaksakan jihad ke Papua maka akan menimbulkan konflik baru yang bernuansa SARA,” tegasnya.

Dilanjutkan, dalam agama manapun tidak mengajarkan kekerasan. Terlebih lagi, di Papua tidak pernah ada pertingkaian mengatasnamakan agama.

“Kita punya komitmen sesama tokoh agama, untuk terus menjaga persaudaraan antar agama. Ini sudah komitmen dan tidak pernah ada kejadian. Mungkin kalau ada kejadian selain agama, itu hanya bersifat politik, mungkin berkaitan dengan sosial kemanusian,” lanjutnya.

Dirinya juga berharap, pihak berwajib dalam hal ini Kapolda Papua agar dapat menegakkan hukum setinggi-tingginya. “Indonesia adalah negara hukum. Insya Allah Kapolda akan melakukan dengan benar. Tapi  saya selaku tokoh agama, meminta agar apabila ada yang salah, tolong diberi hukuman yang setimpal,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Kiyai Haji Alpayage juga memberikan ungkapan berbelasungkawa kepada para korban atas kejadian di Papua terutama pada 29 Agustus 2019 dan 23 September 2019 lalu di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya. [ayu]