Mulai Senin, KPA Papua Kembali Luncurkan 2000 Buku Tabungan Tahapan Kedua

0
272
Caption : Koordinator Devisi SDM Ony Berni Pagawak, saat menerima Buku Tabungan Dari Bank BRI Waena, Rabu (13/11/2019). Buku Tabungan ini siap untuk dibagikan kepada 2000 relawan, pada hari Senin (18/11/2019).
Caption : Koordinator Devisi SDM Ony Berni Pagawak, saat menerima Buku Tabungan Dari Bank BRI Waena, Rabu (13/11/2019). Buku Tabungan ini siap untuk dibagikan kepada 2000 relawan, pada hari Senin (18/11/2019).

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Setelah berjalan cukup sukses, pembagian buku tabungan (rekening) oleh KPA Papua dibawah pimpinan Yan Matuan, mulai Senin (18/11/19) pekan depan, 2000 buku rekening milik relawan KPA Papua keluar lagi dan siap dibagikan.

Koordinator Devisi SDM KPA Papua, Ony Berni Pagawak mengungkapkan bahwa dari 2000 rekening tersebut tidak semua dari Bank Mandiri.

“Setelah yang 1000 ini, kami sudah siap yang 2000 buku rekening,” ungkapnya kepada wartawan di Jayapura, Rabu (13/11/2019).

Dari 2000 rekening tersebut, kata Berni sapaan akrabnya, 800 diantaranya masih untuk relawan yang nama depannya abjad A yang buku tabungannya dari Bank Mandiri.

Sedangkan yang sisanya, yaitu 1200 buku tabungan adalah dikeluarkan dari Bank BRI, baik di wilayah Keerom (BRI Arso), BRI Waena (Kota Jayapura) dan BRI Sentani (Kabupaten Jayapura).

Untuk pembagiannya, sementara ini para relawan KPA Papua masih diwajibkan untuk datang mengambil di Kantor KPA Provinsi Papua, Jalan Kesehatan No. 2 Dok II, Kota Jayapura. “Kebijakan Pak Ketua KPA sementara ini semua datang di Kantor KPA Papua,” jelasnya.

Dikatakan, pihaknya akan melihat situasi lebih lanjut, dan bila memang diperlukan, maka akan diambil kebijakan untuk mengirim staf ke Keerom untuk pembagian buku tabungan tersebut.

Bahkan kata Berni, akan ada penjelasan lebih rinci dari Ketua KPA Papua kepada para relawan KPA yang telah terdaftar melalui perekrutan pada awal Tahun 2019 lalu, melalui media massa elektronik, maupun radio.

“Untuk melalui TVRI, nanti silahkan menyaksikan siaran live (langsung) pada Hari Jumat pukul 19.00 WIT,” ungkapnya.

Disinggung tentang pembagian rekening untuk 1000 relawan tahap pertama, lanjut Berni, sekitar 600 orang relawan telah mengambil buku tabungannya, dan sisanya masih akan terus dibagikan, dengan pelayanan di Kantor KPA Papua setiap hari kerja mulai pukul 09.00-15.00 WIT.

Berni berharap dengan pembagian buku rekening ini, seluruh relawan yang sudah mendengar informasi baik melalui media online maupun media eletronik, bisa  menginformasi kembali kepada rekannya. “Saya kembali ingatkan, buku rekening yang akan dibagikan hanya bagi mereka yang sudah pernah isi formulir,” ujarnya.

Ketua Harian KPA Papua, Yan Matuan mengungkapkan bahwa 2000 tabungan dengan masing-masing berisi saldo rekening Rp 500 ribu, akan dibagikan pada Senin 18 November 2019.

“2000 rekening ini akan kita start dari awal November 2019, dengan rincian 1000 di Bank Mandiri, 500 rekening di Bank Papua dan 500 rekening di Bank BRI dengan harapan mereka bisa menambah asupan gizi para relawan maupun ODHA tersebut, ” ungkapnya.

System pembagian buku tabungan, lanjut  yang diharapkan bisa masih sama, yakni diurutkan sesuai abjad depan nama-nama relawan yang telah terdaftar.

Hal itu, kata Yan Matuan, harus dilakukan KPA Papua, karena mencermati kondisi penduduk Asli Papua yang makin mengkhawatirkan akibat inveksi HIV.

“Tujuh wilayah adat kami sudah lihat semua, KPA sudah turun lihat para pasien (ODHA) seperti apa. 75 persen penduduk Papua sudah dalam kondisi kritis. Ini fakta di lapangan dan ini berbahaya,” ungkapnya.

Dikatakan, hal itu terutama orang-orang yang sudah dipastikan mengidap HIV yang setiap hari hanya bertahan hidup dengan meminum obat ARV saja. “ARV ini obat Otonomi Khusus, karena mereka dikasih gratis,” ujarnya.

Ditegaskan, bahwa pihaknya ingin orang Papua yang terinveksi HIV tidak menyerah dengan hanya bertahan saja, melainkan harus sembuh dari HIV AIDS.

“Tugas medis dan KPA, cari obat yang bisa sembuhkan total. Nah ini usaha kita. Jadi bukan tahan-tahan terus,” tegasnya.

Dikatakan, bahwa KPA Papua yang dinahkodainya sekarang sedang berupaya untuk mencarikan obat yang bisa menyembuhkan secara total dari HIV AIDS.

“Kita harus berubah, kita cari jalan bagaimana Tuhan kasih hikmat supaya para pasien ini bisa sembuh. Apapun caranya kita berusaha cari jalan,” ungkapnya.

Salah satu yang sedang diusahakannya, kata Yan Matuan, adalah melalui suplemen Purtier Placenta yang dibagikan secara gratis kepada para ODHA, yang juga diistilahkan dengan ‘tamu khusus’ bagi KPA Papua.  “Purtier ini suplemen luar biasa, dan kita kasih mereka ada perubahan. Pemda harus beli itu, jangan beli yang kasih mati orang. Nah ini bahaya,” tandasnya lagi.

Untuk pembagian tabungan, kata Yan Matuan, adalah guna membantu asupan gizi, agar ada keseimbangan tubuh terjaga dari paparan racun yang masuk ke dalam tubuh manusia.

Untuk yang ada di luar Kota/Kabupaten Jayapura, Yan Matuan mengimbau agar tetap di tempat, karena pihaknya akan menempel nama-nama relawan dan membagikan buku tabungan ke masing-masing kabupaten.“Kita utus staf KPA ini untuk ke sana, tempelkan dan umumkan. Jadi bapak ibu yang di Yahukimo, Wamena dan lain-lain tidak usah datang ke sini lagi,” imbaunya.

Katanya, akan percuma bila datang ke Jayapura, misalnya dari Yahukimo yang harga tiketnya mencapai Rp 2 juta pulang pergi, sementara, dana yang didapat hanya Rp 500 ribu. “Tunggu saja di situ. Barang ada di sistem, dan orang lain tidak bisa ambil. Jadi tidak akan hilang,” jelasnya. [yat]