Oknum Guru Honorer Paksa Siswinya Minum Miras dan Disetubuhi

0
174
Oknum guru honorer berinisial SPP (29) saat diperiksa oleh penyidik di Polres Jayapura

JAYAPURA, PapuaSatu.com – Nasib mengenaskan dialami seorang siswi, sebut saja Melati (nama samaran), yang sedang menempuh pendidikan di salah satu SMP di Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura.

Setelah dipaksa menenggak minuman keras (minuman beralkohol) hingga mabuk, Melati yang masih berusia 16 tahun juga diperkosa oleh oknum guru honorer berinisial SPP (29).

Selain itu, SPP juga mencabuli satu orang teman dari Melati yang berinisial VI (15), dengan menciumi dan meremas payudara dan pahanya, setelah tidak berhasil menyetubuhi VI.

Kasus tersebut, terjadi pada Kamis (30/01/20), yang diketahui setelah korban bersama dua temannya dilaporkan terlihat sedang berjalan dalam keadaan sempoyongan akibat mabuk Miras.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kapolsek Kaureh AKP Rozikin, SH saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi kasus persetubuhan oknum guru honorer terhadap salah seorang muridnya tersebut.

“Kasus ini terbongkar setelah salah seorang murid SMP melaporkan bahwa ada 3 orang murid siswi berjalan sempoyongan dalam keadaan mabuk, dimana saat itu saya bersama anggota sedang mengikuti kegiatan musrenbang di Balai Kampung Nawa Mulya, Balai Kampung, yang berhadapan langsung dengan SMP Satu Atap tersebut, sehingga langsung kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Lanjut AKP Rozikin, setelah dicek ternyata ternyata benar, bahwa ada 3 orang murid yang dalam pengaruh miras, dan berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan korban maupun saksi, pemerkosaan terhadap melati (16) terjadi berawal saat pelaku memanggil korban ke rumahnya di kompleks perumahan guru, namun ditolak oleh korban.

Tidak berselang lama, korban ingin buang air kecil yang ditemani oleh saksi berinisial ASK (14) ke toilet asrama sekolah.

Pelaku  pun mengikuti korban bersama ASK ke toilet dan menawarkan minuman keras kepada korban maupun ASK, namun korban maupun ASK menolak ajakan tersebut.

Karena ditolak, kemudian pelaku memaksa Melatik dan ASK untuk meminum minuman keras dengan cara memegang mulut korban dan menuangkan minuman keras jenis vodka yang dicampur dengan anggur merah ke mulut korban maupun ASK secara bergantian langsung dari botol.

Melati dan ASK langsung merasa pusing dan duduk di kursi sekolah, dan pelaku kembali menuangkan minuman keras ke mulut korban, selanjutnya ASK kemudian meninggalkan Melati untuk ke kamar mandi.

Kapolsek Kaureh, AKP Rozikin

Melati yang merasa mabuk hingga tidak sadarkan diri, sehingga pelaku langsung menggotong tubuh korban ke kamarnya, tepatnya di perumahan guru.

Setelah mendudukkan korban di atas kasur, pelaku kembali menuangkan minuman keras ke mulut korban dan pelaku langsung membaringkan tubuh korban yang sudah tidak sadarkan diri di atas kasur, kemudian pelaku menyetubuhinya.

Tidak sampai disitu, SPP  kembali ke ruangan kelas, dimana terdapat  ASK dan  temannya berinisial VI (15), dan  memaksa keduanya minum minuman keras dan menarik  VI ke perpustakaan diikuti oleh ASK, kemudian pelaku mencium VI dan meraba payudara serta pahanya dan mengajaknya untuk berhubungan badan, namun berhasil ditolak oleh VI.

Bukan hanya sekali itu saja ternyata, pada Desember 2019 lalu pelaku juga pernah memperkosa Melati (16)  yang juga di perumahan guru, tetapi korban tidak berani melapor dikarenakan pelaku mengancam akan mengeluarkan korban dari sekolah dan akan menghabisinya.

“Menurut keterangan pelaku, minuman keras sebanyak 2 botol merk vodka dan anggur merah dibeli oleh pelaku di Kota Jayapura pada saat pelaku berada di kota sebelum tindak pidana tersebut dilakukan,” jelas Kapolsek.

Pelaku SPP (29) saat ini telah mendekam di sel tahanan Mapolres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 76 D Jo 81 ayat 1 tentang persetubuhan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ungkap AKP Rozikin, SH.[yat]